JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk pembuatan eco enzyme terbanyak oleh perempuan dan pelajar berkebaya.
Pembuatan eco enzyme tersebut yang diikuti sekitar 6.000 peserta.
Eco enzyme sendiri merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai capaian itu menunjukkan kesadaran warga untuk mengelola sampah semakin meningkat.
Hal itu disampaikan Pramono saat membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme
Acara tersebut digelar dalam rangka HUT Ke-499 Jakarta sekaligus persiapan menuju usia 500 tahun Jakarta pada 2027.
“Sekali lagi saya berterima kasih kepada rekor MURI yang telah kita sandang bersama-sama karena eco enzyme yang peserta terbanyak hampir 6.000. Tetapi secara khusus yang lebih menggembirakan adalah kesadaran kita untuk menangani sampah ini jauh lebih serius,” kata Pramono, Jumat.
Pramono mengatakan, gerakan memilah sampah di Jakarta kini mulai menjadi kebiasaan masyarakat.
Menurut dia, antusiasme warga terlihat dari ribuan peserta yang mengikuti pembuatan eco enzyme hingga berhasil memecahkan rekor MURI.
Baca juga: Apa Itu Eco Enzyme, Cairan yang Dituang Atasi Pencemaran Cisadane
Pramono mengatakan, sampah masih menjadi salah satu persoalan besar yang harus dibenahi Jakarta menjelang usianya yang ke-500 tahun.
Karena itu, ia berharap gerakan memilah sampah tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.
"Saya ingin betul Jakarta ini kehidupannya lebih sehat, lebih bersih, lebih layak huni. Mudah-mudahan gerakan pilah sampah ini menjadi gaya hidup yang ada di Jakarta ini," ucapnya.
Baca juga: Tren Membuang Eco Enzyme di Jalanan Saat Hujan Deras, Apa Manfaatnya?
Agar program pilah sampah yang diinisiasinya berjalan, Pramono menyebut, Pemprov DKI juga menggelar rapat setiap pekan untuk memantau perkembangan penanganan sampah di Jakarta.
“Di balai kota, saya sudah menyampaikan setiap minggu kita harus ada rapat tentang sampah agar kita tahu tentang kemajuan yang ada,” katanya.