jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurrahman mengatakan olahraga tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi salah satu cara efektif menjauhkan remaja dari narkoba.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurrahman saat menjadi keynote speaker dalam Forum Diskusi Publik bertema Peran Olahraga untuk Pencegahan Narkoba yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Komisi I DPR RI secara virtual melalui Zoom, Rabu (1/7).
BACA JUGA: Polres Pagaralam Tangkap 14 Tersangka Penyalahgunaan Narkotika, Barang Buktinya Banyak
“Olahraga menjadi aktivitas positif yang memperkecil peluang mereka terjerumus dalam pergaulan yang berisiko,” ungkap Mahfudz.
Menurut Mahfudz, Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan bangsa, mulai dari korupsi, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba yang terus menyasar generasi muda.
BACA JUGA: Berantas & Cegah Penyalahgunaan Narkotika, PTPN III Bersama BNN Jalin MoU
“Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat berbagai upaya preventif yang melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Dia menilai olahraga memiliki peran strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta memperkuat ikatan sosial di kalangan anak muda.
Tren olahraga bersama, seperti lari, bersepeda, maupun kegiatan komunitas lainnya, dinilai mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat sekaligus menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
“Ketika anak-anak muda aktif dalam kegiatan positif, ruang bagi peredaran dan pengaruh narkoba akan semakin sempit,” katanya.
Mahfudz mengingatkan narkoba tidak pernah menjadi solusi atas persoalan hidup. Sebaliknya, penyalahgunaan narkotika hanya akan melahirkan masalah baru yang berdampak pada individu, keluarga, hingga masa depan bangsa.
Ia menegaskan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai apabila bangsa ini memiliki generasi muda yang sehat, berkarakter, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Praktisi literasi digital Rulli Nasrullah mengungkapkan ancaman narkoba terhadap anak dan remaja makin memprihatinkan.
Dia menyoroti perubahan modus para bandar narkoba yang kini menyasar anak-anak usia sekolah. Salah satunya dengan memanfaatkan mereka sebagai kurir melalui iming-iming hadiah, uang, hingga permainan digital tanpa menyadari barang yang dibawa merupakan narkotika.
“Anak-anak sering kali tidak mengetahui mereka sedang dimanfaatkan. Mereka diberi iming-iming uang, hadiah, atau item permainan, lalu diminta mengantarkan sebuah paket,”jelas Rulli.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak.
“Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar generasi muda mampu mengenali berbagai modus kejahatan narkotika dan tidak mudah menjadi korban,” pungkas Rulli.(era/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




