BALIKPAPAN, KOMPAS – Seorang anggota polisi tewas dalam penangkapan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Jenazah telah sampai di rumah duka untuk dimakamkan.
Kepala Polres Katingan Ajun Komisaris Besar Dodik Hartono mengatakan, anggotanya yang tewas adalah Ajun Inspektur Satu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra. Ia merupakan Kepala Unit 3 Satuan Reserse Narkoba di Polres Katingan.
“Jenazah tiba di rumah duka di Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir hari ini pukul 02.10 WIB,” kata Dodik dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Sebelum dipulangkan, almarhum dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palangka Raya. Dodik mengatakan, pihaknya berbelasungkawa kepada keluarga Yudhie yang gugur saat menjalankan tugas.
Peristiwa ini bermula pada Rabu, 1 Juli 2026, sekitar pukul 21.00. Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin oleh Ajun Komisaris Affan Efendi Batubara bergerak menuju Desa Tumbang Kalemei. Mereka menjalankan misi untuk menangkap BIO, seorang residivis bandar sabu.
Kepolisian pun mendapat laporan dari masyarakat ada indikasi peredaran narkoba di sana. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 00.30. Mereka membagi tim menjadi dua kelompok.
Semula, operasi berjalan sesuai rencana dan target bisa diamankan. Namun, sejumlah pria di lokasi melawan dengan senjata tajam. Polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan. Namun, sekelompok orang di sana justru menyerang aparat.
Petugas kemudian melepaskan tembakan yang menewaskan seorang pria di tempat kejadian. Puluhan orang bersenjatakan parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan kemudian datang mengepung dan menyerang polisi.
Karena kondisi yang sudah tidak kondusif dan terdesak, personel Satresnarkoba meminta bantuan tim tambahan sembari mengevakuasi diri ke arah sungai. Para anggota menyeberangi sungai demi bertahan di sebuah pulau kecil.
Arus sungai yang deras dan kondisi fisik yang lelah diduga memicu tiga anggota polisi itu terseret arus dan gagal mencapai seberang sungai. Adapun lima personel lainnya selamat dan bersembunyi di dalam hutan.
Setelah upaya pencarian, Aipda Yudhie Perdana Putra ditemukan meninggal di sebuah rumah terapung. Sementara itu, dua anggota polisi lain, yakni Aiptu Sumariyanto dan Brigadir Dua Nopandri Ramadhana, masih dicari.
“Kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan,” kata Dodik.
Saat ini, Polda Kalteng turut membantu pencarian dan pengungkapan kasus narkoba ini. Dalam keterangan resmi, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri pun menyebut akan menurunkan tim untuk mendukung proses hukum.
“Baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Eko Hadi Santoso di Jakarta.
Dalam video resminya, Bupati Katingan Saiful mengajak masyarakat mendukung upaya pemberantasan narkoba. Ia meminta kepada camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat bersinergi mendukung proses hukum pengungkapan peredaran narkoba.





