Tips Memilih Pasangan Sebelum Menikah Menurut Buya Yahya: Jangan Cari yang Sempurna, Cari yang Mau Berubah

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Menikah sering kali dianggap sebagai tujuan yang baru bisa diwujudkan setelah seseorang merasa sudah mapan atau menjadi pribadi yang sempurna. 

Padahal, menurut Buya Yahya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. 

Yang terpenting bagi seorang laki-laki bukanlah kesempurnaan, melainkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam sebuah kajian, Buya Yahya menjelaskan bahwa seorang laki-laki tidak perlu menunggu menjadi sosok yang istimewa untuk meminang seorang gadis. 

Jika terus menunggu hingga merasa sempurna, bisa jadi kesempatan untuk menikah justru tidak pernah datang.

Menurutnya, bekal utama seorang laki-laki adalah memiliki keinsafan, menyadari kekurangan diri, serta memiliki tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. 

Sebab, seseorang yang merasa dirinya sudah baik justru akan sulit berkembang.

“Tapi kuncinya adalah keinsyafan, ingin membuat perubahan” ucap Buya Yahya menegaskan.

Ilustrasi pasangan kekasih di taman
Sumber :
  • ChatGPT.com

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa meski saat ini seseorang belum menjadi pribadi yang saleh sepenuhnya, ia tetap boleh memilih wanita salehah apabila memiliki cita-cita yang sungguh-sungguh untuk menjadi orang yang taat kepada Allah.

Ia mencontohkan banyak laki-laki yang justru belajar setelah menikah. Ada yang sebelumnya belum bisa membaca Al-Quran, namun akhirnya mampu karena belajar bersama istrinya.

Di sisi lain, Buya Yahya mengingatkan agar setiap orang menjauhi sifat sombong. 

Menurutnya, kesombongan membuat seseorang mudah merendahkan orang lain, termasuk pasangannya sendiri.

Jika seseorang memiliki sifat demikian, maka ia belum pantas membangun rumah tangga. 

Sebab, sebaik apa pun pasangannya, orang yang sombong tetap akan mencari kekurangan dan merendahkannya.

Saat memilih pasangan, Buya Yahya menyebut ada empat hal yang biasanya menjadi pertimbangan, yakni kecantikan, kekayaan, akhlak atau sifat, serta agamanya, yaitu kepatuhan terhadap syariat.

Ia menegaskan bahwa laki-laki yang baik akan cenderung memilih perempuan yang salehah. 

Namun, wanita salehah yang dimaksud bukan berarti harus lulusan pesantren.

“Bukan berarti wanita sholehah yang dimaksud adalah jebolan pesantren , bukan, tapi wanita yang patuh terhadap syariat, mudah diingatkan,” ucap Buya Yahya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Tolak Bantuan Militer AS, Siap Hancurkan Iran Sendirian
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Siskeudes Dapat Penghargaan dari PBB, Kemendagri Ungkap Akuntabilitas
• 17 jam laludetik.com
thumb
Ubah Ijazah Jadi Peluang, Strategi Membangun Karier di Era Gig Economy lewat Freelance
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Ketika Krisis Komunikasi Pemerintah Menggerus Kepercayaan Pasar
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
RI-Belarusia Teken 7 MoU: Bidang Pertahanan-Laporan Intelijen
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.