jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai terus memperkuat perannya dalam membangun pemahaman generasi muda mengenai kepabeanan, cukai, dan perdagangan internasional melalui berbagai program edukasi di sejumlah perguruan tinggi.
Hal itu dilakukan sebagai upaya menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya memahami mekanisme ekspor dan impor, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang ekonomi global melalui kewirausahaan dan ekspor.
BACA JUGA: Musnahkan 4,6 Juta Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Madiun Tegaskan Komitmen Ini
Di Surabaya, Bea Cukai Tanjung Perak menerima kunjungan studi mahasiswa Universitas Merdeka Malang pada Rabu (24/6).
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai alur ekspor dan impor, tugas dan fungsi Bea Cukai sebagai pengawas sekaligus fasilitator perdagangan internasional, hingga kesempatan melihat secara langsung proses operasional kepabeanan dan logistik di PT Terminal Petikemas Surabaya.
BACA JUGA: Bea Cukai Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Diangkut Bus di Palu
Melalui pengalaman lapangan tersebut, mahasiswa dapat memahami implementasi prosedur ekspor dan impor secara nyata.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan dalam kunjungan mahasiswa Program Studi Perpajakan Politeknik Bosowa pada Rabu (17/6).
BACA JUGA: Tekan BKC Ilegal, Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan Rokok Polos Senilai Rp 15,39 Miliar
Selain memperoleh materi mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai, pelayanan dan pengawasan ekspor-impor, serta pengenalan barang kena cukai dan ciri-ciri rokok ilegal.
Para mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai budaya integritas di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa seluruh layanan kepabeanan dan cukai diberikan tanpa dipungut biaya serta dibuka ruang diskusi mengenai tantangan dan prospek karier di bidang kepabeanan.
Sementara itu, di Palembang, Bea Cukai berkolaborasi dengan Bank BTN dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menggelar kegiatan Go Ekspor: Wujudkan 100 Ribu Sultan Muda Sumatera Selatan di Universitas Muhammadiyah Palembang.
Kegiatan ini mengajak mahasiswa melihat ekspor sebagai peluang nyata untuk mengembangkan usaha hingga pasar internasional.
Peserta memperoleh wawasan mengenai dukungan pembiayaan, strategi membangun usaha, hingga pengalaman langsung dari eksportir yang berhasil memasarkan produk Sumatera Selatan ke luar negeri.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menegaskan peningkatan literasi kepabeanan di kalangan mahasiswa merupakan investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global.
"Melalui berbagai program edukasi di kampus, Bea Cukai ingin membangun pemahaman sejak dini mengenai perdagangan internasional sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha dan eksportir yang membawa produk Indonesia ke pasar dunia,” pungkas Budi. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Turun ke Lapangan, Bea Cukai Pantau Harga Hasil Tembakau dan Edukasi Pedagang
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




