REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Israel berencana membunuh negosiator Iran. Media AS, The New York Times dan The Washington Post melaporkan bahwa para pejabat AS meyakini Israel berencana membunuh negosiator penting Iran di tengah pembicaraan yang bertujuan mengakhiri pertempuran antara Washington dan Teheran.
Para pejabat, yang berbicara kepada kedua media tersebut dengan syarat anonim, mengatakan Israel mengincar pembunuhan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan kepala negosiator negara itu, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga merupakan ketua parlemen Iran.
Baca Juga
AS dan Arab Saudi Berselisih Soal Serang Iran, Trump Ancam Tahan Pengiriman Senjata
Iran Tolak Rencana Prancis Ikut Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
Seribu Hari Genosida di Gaza, Berikut Kehancuran yang Ditimbulkan Israel
“Jika Anda membunuh orang-orang itu, Anda membunuh para pragmatis,” kata seorang pejabat AS kepada The Washington Post.
Para pejabat yang berbicara kepada The New York Times mengatakan AS meminta negara-negara di Timur Tengah untuk memperingatkan Iran tentang risiko tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Israel memiliki rekam jejak menargetkan rekan-rekan negosiator dalam upaya nyata untuk menggagalkan pembicaraan guna mengakhiri konflik regional.
Pada bulan Oktober, militer Israel melakukan serangan di Doha, menargetkan kompleks Hamas saat para pejabat dari kelompok tersebut sedang mempelajari proposal gencatan senjata dengan Israel.
Israel pun dengan barbar membunuh pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pembunuhan Israel terhadap Khamenei telah menuai kecaman keras banyak pihak dan meningkatkan risiko keamanan.