Media AS: Israel Bersiasat Bunuh Negosiator Penting Iran

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Israel berencana membunuh negosiator Iran. Media AS, The New York Times dan The Washington Post melaporkan bahwa para pejabat AS meyakini Israel berencana membunuh negosiator penting Iran di tengah pembicaraan yang bertujuan mengakhiri pertempuran antara Washington dan Teheran.

Para pejabat, yang berbicara kepada kedua media tersebut dengan syarat anonim, mengatakan Israel mengincar pembunuhan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan kepala negosiator negara itu, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga merupakan ketua parlemen Iran.

Baca Juga
  • AS dan Arab Saudi Berselisih Soal Serang Iran, Trump Ancam Tahan Pengiriman Senjata
  • Iran Tolak Rencana Prancis Ikut Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
  • Seribu Hari Genosida di Gaza, Berikut Kehancuran yang Ditimbulkan Israel

“Jika Anda membunuh orang-orang itu, Anda membunuh para pragmatis,” kata seorang pejabat AS kepada The Washington Post.

Para pejabat yang berbicara kepada The New York Times mengatakan AS meminta negara-negara di Timur Tengah untuk memperingatkan Iran tentang risiko tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Israel memiliki rekam jejak menargetkan rekan-rekan negosiator dalam upaya nyata untuk menggagalkan pembicaraan guna mengakhiri konflik regional.

Pada bulan Oktober, militer Israel melakukan serangan di Doha, menargetkan kompleks Hamas saat para pejabat dari kelompok tersebut sedang mempelajari proposal gencatan senjata dengan Israel.

Israel pun dengan barbar membunuh pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei. Pembunuhan Israel terhadap Khamenei telah menuai kecaman keras banyak pihak dan meningkatkan risiko keamanan.

Garda Revolusi Iran

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
11 Negara ASEAN dengan Penderita Diabetes Terbanyak
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kantor Disegel KPK Seusai OTT, Plt Bupati Kuansing Mukhlisin Mengungsi ke Ruang Sempit
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Jenazah Pilot AMA Air yang Pesawatnya Ditembak hingga Terbakar di Yahukimo Dievakuasi, Ini Respons Kemlu AS
• 2 jam laludisway.id
thumb
Nottingham Forest resmi pecat pelatih Vitor Pereira
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Mees Hilgers Lagi-lagi Mangkir Latihan, Jurnalis Belanda Minta FC Twente Nyalakan Alarm Bahaya Kepergian Bek Timnas Indonesia
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.