Perempuan Mendominasi Penduduk di Negara Ini, Penyebabnya Mengejutkan

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Populasi perempuan di dunia hamper mencapai 50% tetapi di sejumlah negara porsinya jauh lebih besar dibandingkan negara lain.

Perempuan mencakup sekitar 49,7% populasi dunia. Secara global, jumlahnya memang nyaris seimbang dengan laki-laki.

Namun di sejumlah negara dan wilayah, komposisinya berbeda jauh. Di Hong Kong, misalnya, perempuan mencapai 54,9% dari total penduduk. Selisihnya memang hanya sekitar lima poin persentase dari rata-rata dunia, tetapi pada skala populasi itu berarti jutaan perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Di Mana Populasi Perempuan Terbanyak?

Data terbaru World Bank menempatkan Hong Kong di urutan teratas wilayah dengan proporsi penduduk perempuan terbesar di dunia. Di belakangnya menyusul Moldova (54,0%), Macao (53,9%), Latvia (53,7%), Armenia dan Rusia (53,6%), lalu Ukraina (53,5%), serta Georgia dan Belarus yang sama-sama mencatat 53,4%.

Mayoritas negara dalam daftar tersebut berada di Eropa Timur atau merupakan wilayah kepulauan. Meski berbeda secara ekonomi maupun geografis, mereka menunjukkan pola demografi yang serupa.

Yang menarik, selisih satu hingga dua poin persentase saja sudah cukup mengubah komposisi penduduk secara signifikan. Pada negara berpenduduk besar, perbedaan sekecil itu bisa berarti ratusan ribu bahkan jutaan perempuan lebih banyak daripada laki-laki.

Bukan Dimulai dari Angka Kelahiran

Faktor terbesar berasal dari umur harapan hidup. Hampir di seluruh dunia, perempuan hidup lebih lama dibanding laki-laki. Ketika suatu negara memasuki fase penduduk menua, keunggulan tersebut semakin terlihat dalam struktur populasinya.

Kemajuan layanan kesehatan ikut memperkuat pola itu. Harapan hidup memang meningkat untuk kedua jenis kelamin, tetapi perempuan umumnya tetap memiliki usia hidup yang lebih panjang. Akibatnya, semakin tua komposisi penduduk suatu negara, semakin besar pula proporsi perempuan di dalamnya.

Migrasi Turut Mengubah Komposisi Penduduk

Usia bukan satu-satunya faktor. Arus migrasi juga ikut membentuk keseimbangan antara laki-laki dan perempuan.

Di negara seperti Moldova, Georgia, dan Armenia, banyak laki-laki usia produktif bekerja di luar negeri. Ketika sebagian besar migrasi didominasi laki-laki, proporsi perempuan yang tetap tinggal otomatis menjadi lebih besar.

Artinya, komposisi penduduk tidak hanya dipengaruhi oleh siapa yang lahir atau meninggal, tetapi juga oleh siapa yang pergi dan siapa yang menetap.

Baca: Jutaan Warga RI Punya Jam Kerja Ekstrem, Berapa Lama per Hari?

 

Dominasi perempuan juga bukan pola yang berlaku di semua negara.

Di Qatar dan Uni Emirat Arab, misalnya, komposisinya justru didominasi laki-laki. Penyebab utamanya adalah masuknya pekerja migran pria dalam jumlah besar untuk sektor konstruksi, energi, dan berbagai proyek infrastruktur.

Sementara itu, di sebagian wilayah Asia Selatan dan China, rasio penduduk yang lebih banyak laki-laki berkaitan dengan preferensi historis terhadap anak laki-laki yang memengaruhi rasio jenis kelamin saat lahir.

Pada akhirnya, komposisi laki-laki dan perempuan bukan sekadar soal siapa yang lahir lebih banyak. Ia juga mencerminkan bagaimana sebuah masyarakat menua, berpindah, dan berubah dari waktu ke waktu.

 

(mae/mae) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tarif Transjakarta Diusulkan Jadi Rp 5.000
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Qodari soal Stimulus Ekonomi: Arahan Prabowo demi Jaga Daya Beli Masyarakat
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
TASPEN Imbau Waspada Penipuan Digital Mengatasnamakan Perusahaan dengan Modus AI dan Phishing
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Taylor Swift dan Travis Kelce Larang Tamu Undangan Pernikahan Gunakan Ponsel
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Siapkan Kesimpulan, Polda Metro Jaya Optimis Praperadilan Roy Suryo Akan Ditolak
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.