VIVA – Ian Machado Garry percaya diri mampu menciptakan kejutan saat menghadapi juara kelas welter UFC, Islam Makhachev, di UFC 330. Petarung asal Irlandia itu menilai dirinya memiliki modal yang cukup untuk menghentikan dominasi sang juara.
Ian Garry akan menantang Makhachev dalam laga utama UFC 330 yang berlangsung pada 15 Agustus di Xfinity Mobile Arena, Philadelphia. Meski berstatus underdog, ia optimistis mampu mengulang kejutan yang pernah dibuat petarung lain di UFC.
Sebagai contoh, Garry menyinggung keberhasilan Sean Strickland yang sukses mengejutkan dunia MMA dengan mengalahkan Khamzat Chimaev dan merebut gelar kelas menengah melalui kemenangan split decision di UFC 328.
- IMAGN IMAGES via Reuters Connect
Ia juga mengingat bagaimana Ilia Topuria harus menerima kekalahan pertama sepanjang karier profesionalnya setelah ditumbangkan Justin Gaethje pada UFC Freedom 250.
Menurut Garry, hasil-hasil tersebut membuktikan bahwa tidak ada petarung yang benar-benar tak bisa dikalahkan, termasuk Islam Makhachev.
"Jika orang berpikir bahwa ketika Sean Strickland keluar dan mengalahkan Khamzat Chimaev dan mengacaukan segalanya, dan tidak ada yang menduganya, tidak ada yang bisa duduk di sini dan berpikir bahwa tidak mungkin saya bisa mengalahkan Islam Makhachev," kata Ian Machado Garry dilansir dari wawancara di kanal Youtube Paul Browne MMA
Petarung berusia 28 tahun itu bahkan menilai dirinya merupakan ancaman yang lebih berbahaya dibanding lawan-lawan sebelumnya yang pernah dihadapi Islam Makhachev.
"Jika boleh dibilang, saya adalah ancaman yang jauh lebih berbahaya. Saya jauh lebih komplet dan saya memiliki jauh, jauh, jauh lebih banyak cara untuk memenangkan pertarungan itu. Saya adalah lawan paling berbahaya bagi Islam Makhachev, dan tugas saya adalah membuktikannya pada tanggal 15 Agustus," ujarnya.
Meski demikian, Islam Makhachev tetap difavoritkan dalam pertarungan tersebut. Sang juara dua divisi itu juga berpeluang memecahkan rekor kemenangan beruntun terbanyak dalam sejarah UFC apabila berhasil mempertahankan gelarnya.
Rekan senegara Conor McGregor itu juga mengungkapkan faktor yang membuatnya begitu percaya diri bisa menumbangkan petarung asal Dagestan tersebut.
Menurutnya, keunggulan terbesar yang dimilikinya bukan hanya kemampuan teknik bertarung, tetapi juga aspek mental dan kecerdasan dalam membaca jalannya pertandingan.





