Bung Binder Bicara Jujur soal Tren Pemain Diaspora Hijrah ke Liga Indonesia

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Fenomena pemain diaspora yang memilih berkarier di Liga Indonesia terus menjadi sorotan dalam beberapa musim terakhir. Menanggapi tren tersebut, pengamat sepak bola Bung Binder memberikan pandangannya mengenai keputusan para pemain keturunan yang pulang ke Tanah Air.

Gelombang kepulangan pemain diaspora dimulai ketika Thom Haye secara mengejutkan bergabung dengan Persib Bandung. Transfer tersebut sempat menghebohkan publik sepak bola nasional.

Baca Juga :
Siapa Luka Menalo? Winger Eropa yang Rela Tinggalkan Bosnia Demi Gabung Persib Bandung, Ini Rekam Jejaknya
Tak Berhenti di Sandy Walsh, Info A1 Bung Harpa Sebut Ragnar Oratmangoen Segera Gabung Persib Bandung

Setelah itu, Eliano Reijnders juga mengikuti jejak serupa. Klub-klub lain pun tak mau ketinggalan berburu pemain keturunan.

Pemain Timnas Thailand Puji Sandy Walsh Usai Debut di Buriram United
Photo :
  • Buriram

Persija Jakarta, misalnya, sukses mendatangkan Jordi Amat, Mauro Zijlstra, Cyrus Margono, dan Shayne Pattynama. Sementara Dewa United memperkuat skuadnya dengan merekrut Rafael Struick dan Ivar Jenner.

Terbaru, Persib Bandung kembali membuat gebrakan dengan memboyong Sandy Walsh dari Buriram United menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.

Bek berusia 31 tahun tersebut telah menjadi bagian dari Timnas Indonesia sejak 2023. Hingga kini, Sandy telah mencatatkan 23 penampilan bersama skuad Garuda dan menyumbangkan tiga gol.

Melihat semakin banyaknya pemain diaspora yang pulang ke Indonesia, Bung Binder mengaku sempat memiliki pandangan berbeda.

"Bahwa awalnya memang saya mengatakan bahwa kalau bisa para pemain keturunan kita tetap berada di Eropa, bermain di Eropa, atau enggak dapat klub di Eropa, ya main di negara Asia seperti Jepang atau Korea," ungkap Bung Binder melalui kanal YouTube pribadinya.

Namun, ia menilai ada pengecualian bagi pemain yang sudah memasuki usia matang.

"Tapi kemudian juga saya mengatakan bahwa kalau ada pemain diaspora kita yang sudah usianya 30 tahun atau di atasnya, ya bagus juga kalau mereka ingin kembali ke tanah leluhur mereka, bermain di Indonesia dan mungkin pensiun di sini, nggak ada masalah," pungkasnya.

Meski demikian, Bung Binder tetap berpendapat bahwa pemain diaspora yang masih berada dalam usia emas sebaiknya terus berkarier di luar negeri agar kualitas permainannya terus berkembang.

"Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kalau bisa pemain-pemain dalam usia produktifnya, jangan bermain di Liga Indonesia dulu," ujarnya. 

Ia menilai kesempatan bermain secara reguler di level kompetisi yang tinggi sangat penting bagi perkembangan pemain, terutama untuk menjaga performa mereka bersama Timnas Indonesia.

Baca Juga :
Skuad Timnas Indonesia Ternyata Turut Andil dalam Keputusan Sandy Walsh Pilih Gabung Persib Bandung
Terima Kasih Persib Bandung, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat 11 Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2026
10 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Hijrah ke Super League, Terbaru Sandy Walsh Gabung Persib

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Disangka-sangka, Dokter Tifa Pernah Dibuat Nangis Tim Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kronologi Insiden di Jurangmangu yang Bikin KRL Rangkasbitung–Tanah Abang Terlambat hingga 28 Menit
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Sejalan dengan Dokter Tifa, Kuasa Hukum Roy Suryo Tolak RJ dan Minta Jokowi Hadir di Sidang
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendagri Periksa Bupati Purwakarta Selama 8 Jam Imbas Kontroversi Lagu "Lalaki Langit"
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Mantan pemain Spanyol dan Arsenal Santi Cazorla resmi gantung sepatu
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.