HUT Ke-81 Bhayangkara, Momentum Apresiasi Jenderal Listyo Atas Langkah Transformasi Polri

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-81 tahun ini, terdapat satu nama yang layak disebut sebagai arsitek perubahan nyata di tubuh Kepolisian Republik Indonesia, yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penilaian ini datang dari Ali Ramadhan, intelektual muda dan aktivis Nahdlatul Ulama yang juga merupakan penulis buku "Jenderal Kapolri Listyo Sigit Prabowo Sang Arsitek Presisi" (2026).

BACA JUGA: Merespons Hasil Survei Litbang Kompas, Boni Hargens: Wujud Konkret Kapolri Lakukan Reformasi Polri

Ali dalam pandangannya, mengatakan momentum Hari Bhayangkara ke-81 adalah saat yang tepat untuk merayakan dan mengapresiasi pencapaian besar yang telah dilakukan oleh pemimpin tertinggi Polri tersebut.

"Peringatan HUT Bhayangkara ke-81 merupakan momentum untuk memberikan apresiasi secara mendalam terhadap kemajuan transformasi Polri yang berlangsung di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

BACA JUGA: Akademisi Apresiasi Langkah Transformasi dan Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Perubahan yang terjadi bukan sekadar kosmetik atau perubahan di permukaan, melainkan perubahan yang bersifat paradigmatik dan menyeluruh, menyentuh akar budaya institusi, mekanisme kerja, serta orientasi pelayanan Polri kepada masyarakat Indonesia," ujar Ali Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).

Program PRESISI: Terobosan Paradigmatik Kapolri Listyo Sigit

BACA JUGA: Kapolri Salurkan 6.000 Bansos Saat Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80

Ali Ramadhan menegaskan inti dari keberhasilan transformasi Polri terletak pada program unggulan yang diusung oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yakni PRESISI, sebuah terobosan paradigmatik yang menjadi landasan filosofis dan operasional seluruh gerak institusi kepolisian.

PRESISI, kata dia, merupakan akronim yang mencerminkan komitmen Polri terhadap profesionalisme, modernitas, keterbukaan, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Menurut Ali Ramadhan, terobosan paradigmatik melalui PRESISI ini bukan hanya sekadar slogan atau program kerja biasa. Dia mengatakan PRESIS adalah sebuah pergeseran mentalitas yang fundamental, dari institusi yang semata-mata bersifat reaktif dan represif, menuju institusi yang proaktif, humanis, dan berorientasi pada solusi.

"Perubahan ini membutuhkan keberanian kepemimpinan yang luar biasa, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, telah menunjukkan kualitas kepemimpinan tersebut secara konsisten sepanjang masa jabatannya," tegas Ali.

Polri Menopang Indonesia Hari Ini dan Masa Depan

Dalam konteks yang lebih luas, apresiasi Ali Ramadhan terhadap kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo mencerminkan harapan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan intelektual dan aktivis muda, akan sebuah institusi kepolisian yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan mendukung terwujudnya cita-cita nasional.

Polri yang kuat, berintegritas, dan profesional, kata dia, adalah Polri yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

"Peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prasyarat mutlak bagi berjalannya roda pembangunan. Di bawah kepemimpinan Listyo Sigit, Polri semakin efektif dalam menjalankan fungsi ini dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis pada kepercayaan publik," ungkap dia.

Karena itu, lanjut Ali Ramadhan, Hari Bhayangkara ke-81 menjadi momentum refleksi sekaligus proyeksi, sebuah undangan bagi seluruh jajaran Polri untuk meneruskan semangat PRESISI, memastikan bahwa transformasi yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan, melainkan terus berkembang menuju Indonesia yang lebih cerah, aman, dan sejahtera.

"Kalau ada yang harus dirayakan di Hari Bhayangkara ke-81 ini, itu adalah prestasi Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dengan terobosan paradigmatik-nya melalui PRESISI berhasil meningkatkan kualitas kinerja dan perubahan transformatif pada aspek budaya institusi sehingga peran Polri makin signifikan dalam menopang realisasi pembangunan pemerintah menuju Indonesia yang cerah," pungkas Ali Ramadhan, Intelektual Muda NU & Penulis Buku "Sang Arsitek Presisi".(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendamping PKH Terbukti Rangkap Pekerjaan Diminta Kembalikan Gaji, Totalnya Rp7,9 Miliar
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Bupati Purwakarta Dikecam Gegara Lagu Ciptaannya, Atalia Praratya Sampai Emosi Dengar Liriknya yang Rendahkan Perempuan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
WMO Keluarkan Peringatan Baru, El Nino Diperkirakan Masuk Kategori Kuat
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Sarang Burung dari Kabel Drone Ditemukan di Ukraina, Bukti Perang Ubah Alam
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ciri Orang yang Kurang Menghargai Diri Sendiri
• 21 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.