Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah pada perdagangan Jumat (3/7/2026).
IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) melemah pada perdagangan Jumat (3/7/2026) dan berpotensi mencatatkan penurunan mingguan kedua berturut-turut.
Pelemahan dipicu oleh ekspektasi meningkatnya produksi yang berpotensi mendorong kenaikan stok.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives turun 0,51 persen menjadi 4.483 ringgit Malaysia per ton pada 14.56 WIB. Sepanjang pekan ini, kontrak tersebut telah terkoreksi sekitar 1,84 persen.
Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, mengatakan pasar saat ini mencermati potensi kenaikan produksi yang diperkirakan memicu lonjakan persediaan.
Di saat yang sama, pelemahan kontrak olein sawit di Bursa Dalian turut membebani harga CPO.
Di China, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 0,2 persen, sedangkan kontrak minyak sawit terkoreksi 0,95 persen.
Sementara itu, perdagangan di Chicago Board of Trade (CBOT) libur karena hari libur nasional di Amerika Serikat (AS).
Harga minyak sawit umumnya bergerak mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing, mengingat komoditas tersebut bersaing di pasar minyak nabati global.
Survei Reuters menunjukkan persediaan minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat pada Juni ke level tertinggi untuk bulan tersebut, setelah kenaikan produksi melampaui pertumbuhan permintaan.
Meski demikian, Bagani menilai penurunan harga masih tertahan oleh prospek pasokan ekspor Indonesia yang lebih ketat akibat kebijakan mandatori biodiesel B50 serta pembicaraan mengenai potensi fenomena super El Nino pada musim ini.
Di sisi lain, harga minyak mentah menguat tipis menjelang libur panjang di AS.
Penguatan tersebut didorong optimisme yang hati-hati terhadap upaya menjaga perdamaian di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih kompetitif.
Sementara itu, nilai tukar ringgit, mata uang perdagangan minyak sawit, menguat 0,29 persen terhadap dolar AS.
Penguatan mata uang tersebut membuat harga minyak sawit menjadi sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing. (Aldo Fernando)





