HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kekalahan dari Swiss bukan hanya mengakhiri langkah Aljazair di Piala Dunia 2026. Laga itu juga menjadi penutup perjalanan salah satu ikon terbesar sepak bola Aljazair. Riyad Mahrez memilih mengakhiri pengabdiannya bersama tim nasional.
Keputusan tersebut diumumkan sesaat setelah peluit panjang berbunyi. Riyad Mahrez resmi menyatakan pensiun dari Timnas Aljazair setelah negaranya gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Keputusan itu diambil tak lama setelah Aljazair takluk 0-2 dari Swiss pada babak 32 besar, hasil yang sekaligus mengakhiri kiprah mereka di turnamen.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Mahrez dalam wawancara usai pertandingan bersama BeIN Sports. Pada kesempatan itu, mantan pemain Manchester City tersebut memastikan dirinya tidak akan lagi mengenakan seragam Timnas Aljazair.
Di usia 35 tahun, Mahrez menilai sudah waktunya memberikan kesempatan kepada generasi berikutnya untuk melanjutkan perjalanan The Desert Warriors di level internasional.
Selama lebih dari satu dekade, Mahrez menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuad Aljazair.
Perannya tidak hanya terlihat dari kontribusi di lapangan, tetapi juga dalam membawa negaranya kembali tampil di panggung Piala Dunia 2026 setelah gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022.
Perjalanan Aljazair di turnamen kali ini sempat menghadirkan harapan besar.
Mereka berhasil melewati fase grup melalui perjuangan yang tidak mudah. Namun, langkah tersebut akhirnya terhenti setelah Swiss tampil lebih efektif dan mengamankan kemenangan 2-0 pada fase gugur.
Pertandingan melawan Swiss pun menjadi penampilan terakhir Mahrez bersama tim nasional.
Karier internasional Mahrez dimulai pada 2014 ketika untuk pertama kalinya mendapat panggilan membela Aljazair.
Sejak saat itu, namanya hampir selalu menjadi pilihan utama di sektor sayap dan menjelma sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah tim nasional.
Selama 12 tahun mengabdi, Mahrez mencatatkan 119 penampilan internasional. Dalam periode tersebut, ia berkontribusi dalam 85 gol dan assist, sebuah catatan yang menegaskan perannya sebagai motor serangan Aljazair selama bertahun-tahun.
Kepergian Mahrez menandai berakhirnya satu era bagi The Desert Warriors. Kini, Aljazair menghadapi tantangan membangun kekuatan baru tanpa sosok yang selama ini menjadi pemimpin sekaligus inspirasi di lapangan.





