JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi PDI-P DPR RI mengingatkan pemerintah agar pelibatan taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) dalam masa orientasi Sekolah Rakyat, tidak menggeser peran guru dan institusi sipil sebagai aktor utama pendidikan.
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI-P I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, penguatan karakter peserta didik tetap harus dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan prinsip pendidikan nasional.
"Fraksi PDI-P sangat mendukung penguatan karakter peserta didik. Namun, pembentukan karakter itu harus dilakukan dengan cara-cara yang tepat, yang mengedepankan nilai-nilai pendidikan nasional,” ujar Kariyasa kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Gus Ipul Ungkap Tugas Taruna Akmil-Akpol di Sekolah Rakyat sebagai Kakak Asuh
“Kita harus memastikan peran guru dan institusi sipil tetap menjadi aktor utama dalam setiap penyelenggaraan pendidikan," sambungnya.
Dia menegaskan Sekolah Rakyat adalah program afirmasi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memberdayakan masyarakat rentan.
Oleh karena itu, lanjut Kariyasa, pendekatan yang digunakan untuk Sekolah Rakyat harus tetap berlandaskan pendidikan humanis.
“Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menimbulkan resistensi atau kekhawatiran di masyarakat. Kita ingin Sekolah Rakyat menjadi ruang belajar yang nyaman, partisipatif, dan mampu memberdayakan masyarakat rentan,” kata Kariyasa.
Baca juga: Tak Hanya Akmil, 1.000 Taruna Akpol Juga Bakal Gembleng Siswa Sekolah Rakyat
Kariyasa menambahkan, penyelenggaraan pendidikan nasional sudah semestinya dikelola oleh guru, tenaga kependidikan, dan pekerja sosial yang memiliki kompetensi di bidangnya.
“Mari kita kembalikan fokus orientasi program ini pada metode pedagogis yang humanistik dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik," pungkasnya.
Baca juga: Taruna Akmil Latih Siswa Sekolah Rakyat, Golkar: Jangan Sampai Ada Kesan Militerisme di Kelas
Diberitakan sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan pemerintah akan melibatkan 1.000 taruna Akmil dan 1.000 taruna Akpol dalam masa pengenalan lingkungan Sekolah Rakyat pada 3-7 Agustus 2026 di 178 lokasi.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, para taruna tidak akan memberikan pelatihan ala militer.
Mereka akan mendampingi siswa sebagai kakak asuh untuk membantu proses adaptasi di lingkungan sekolah serta menanamkan disiplin, kerja sama, rasa percaya diri, dan kepedulian sosial.
“Materi kegiatannya adalah materi yang terkait dengan membangun karakter siswa secara utuh dengan bahasa yang edukatif," kata Gus Ipul.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



