tvOnenews.com – Kabar duka mendalam kembali menyelimuti jagat sepak bola internasional. Penjaga gawang tangguh asal Palestina Saleem Al-Ashqar (32), dilaporkan gugur secara tragis di Jalur Gaza setelah menjadi korban penembakan brutal yang dilakukan oleh pasukan militer Israel awal pekan ini.
Kepastian mengenai tewasnya sang kiper dikonfirmasi langsung melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).
PFA menegaskan bahwa Al-Ashqar mengembuskan napas terakhirnya akibat terjangan peluru panas yang dilepaskan secara membabi buta oleh pasukan pendudukan zionis di medan konflik.
Gugurnya Al-Ashqar menambah panjang daftar hitam korban kekejaman di tanah para nabi.
PFA mengungkapkan bahwa sang penjaga gawang merupakan satu dari ratusan tokoh dan figur olahraga, serta bagian dari lebih dari 1.000 atlet Palestina yang tewas sejak eskalasi konflik meluas pada Oktober 2023 silam.
- Facebook @wafagency
Di balik kepergiannya yang tragis, Saleem Al-Ashqar menyisakan kisah pilu yang sangat menyayat hati bagi keluarga yang ditinggalkan.
Diketahui, sang penjaga gawang andalan tersebut baru saja melangsungkan pernikahan suci sekitar lima bulan yang lalu.
Nahas, di saat kebahagiaan baru seumur jagung, Al-Ashqar harus berpulang dan meninggalkan sang istri tercinta yang saat ini diketahui tengah mengandung buah cinta sekaligus anak pertama mereka.
- Facebook @wafagency
Mimpi untuk menimang sang buah hati kini harus kandas di tangan kekejaman perang.
Gelombang solidaritas dan ucapan duka cita mendalam dari pihak kerabat, rekan setim, hingga komunitas sepak bola dunia terus mengalir deras sejak kabar kematian Al-Ashqar menyebar luas.
Salah satu respons emosional datang dari klub sepak bola profesional asal Chili yang memiliki ikatan historis kuat dengan Palestina, yakni Deportivo Palestino.
Melalui pernyataan resminya pada Rabu waktu setempat, mereka mengecam keras tindakan keji tersebut dan mendesak ditegakkannya perdamaian di jalur Gaza.
"Kami sangat berduka atas kematian tragis kiper Palestina berusia 32 tahun, Salim Al-Ashqar. Ia dibunuh oleh tentara Israel. Kami sangat sedih atas berlanjutnya peristiwa keji seperti ini. Kami menyerukan keadilan dan perdamaian di atas tanah Palestina," tulis pernyataan resmi klub Deportivo Palestino.




