Panas Ekstrem 37,8°C di New York Terasa Seperti 44,4°C, Warga Mandi Air Terjun

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

New York, AS, dilanda gelombang panas ekstrem. Kondisi tersebut memaksa warga mencari perlindungan di cooling center, perpustakaan, hingga ruang publik ber-AC, termasuk mandi air terjun.

Kota terbesar di Amerika Serikat itu mencatat suhu panas 37,8 derajat Celsius pada Kamis (2/7) waktu setempat. Ini menjadi kali pertama New York mencapai suhu tersebut dalam hampir 14 tahun terakhir.

Otoritas setempat masih memberlakukan peringatan cuaca panas ekstrem hingga Sabtu (4/7) malam. Layanan Cuaca Nasional AS (National Weather Service/NWS) memperingatkan kombinasi suhu tinggi dan kelembapan dapat membuat suhu yang dirasakan tubuh mencapai 44,4 derajat Celsius.

Rekaman di berbagai sudut kota memperlihatkan warga berusaha bertahan dari panas. Sebagian mengipas tubuh di trotoar, membeli yoghurt beku, mencari air minum dingin dari pedagang kaki lima, hingga membiarkan anak-anak bermain di pancuran air dan air mancur.

Bagi warga yang bekerja di luar ruangan, cuaca tersebut menjadi tantangan tersendiri.

"Saya harus menghadapi cuaca ini sepanjang hari. Saya berusaha tetap sejuk. Mungkin saya akan mencari sprinkler atau semacamnya untuk dilewati," kata seorang warga yang sedang berangkat bekerja, mengutip Viory.

Gelombang panas juga mulai membebani kondisi ekonomi sebagian keluarga. Seorang warga mengaku berhenti menyalakan pendingin ruangan karena tagihan listrik yang melonjak tajam.

"Sekarang saya tidak menyalakan AC karena tagihan listriknya terlalu mahal. Rasanya tidak sepadan. Tagihannya bahkan lebih tinggi daripada biaya sewa rumah saya," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat sejumlah fasilitas umum menjadi tempat berlindung sementara. Pemerintah Kota New York mengimbau warga yang tidak dapat mendinginkan rumahnya agar memanfaatkan cooling center maupun bangunan publik yang dilengkapi AC.

Seorang warga mengatakan perpustakaan umum kini menjadi bagian dari rutinitasnya selama gelombang panas karena menyediakan pendingin ruangan, air minum, dan tempat beristirahat.

Wisatawan juga ikut merasakan dampaknya. Seorang turis asal Liverpool mengaku tidak menyangka tingkat kelembapan di New York begitu tinggi.

"Saya rasa kami belum pernah berkeringat sebanyak ini sepanjang hidup," katanya.

New York City Emergency Management menyebut panas ekstrem sebagai salah satu ancaman cuaca paling berbahaya bagi kota tersebut. Kelompok lanjut usia serta orang dengan penyakit tertentu menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Gelombang panas ini merupakan bagian dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah tengah dan timur Amerika Serikat. Prakiraan cuaca menunjukkan indeks panas di beberapa daerah bahkan dapat mencapai 46,1 derajat Celsius, tingkat yang berpotensi memicu kelelahan akibat panas hingga serangan heatstroke jika terpapar terlalu lama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: El Nino Menguat, Musim Kemarau Makin Meluas tapi Hujan Masih Berpotensi Terjadi
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Dugaan Korupsi Tanah Kas Desa Menjerat Sejumlah Lurah dan Pamong, Gubernur DIY Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemendikdasmen Alokasikan Anggaran S1 untuk 150 Ribu Guru
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia hadirkan inovasi pertanian cerdas pada Konferensi FAO Roma
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Bagaimana Tumbuhan "Minum"?
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.