BMKG: El Nino Menguat, Musim Kemarau Makin Meluas tapi Hujan Masih Berpotensi Terjadi

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi kekeringan akibat musim kemarau (Sumber: Envato by stevanovicigor)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa kondisi El Nino di Samudra Pasifik masih berlanjut dan berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

Meski demikian, sejumlah daerah masih berpeluang diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan akibat pengaruh dinamika atmosfer skala global, regional, hingga lokal.

Berdasarkan analisis BMKG terkait indikator iklim global terbaru, kondisi El Nino ditunjukkan oleh nilai indeks Nino 3.4 sebesar +1,24 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -25,8. Kondisi tersebut umumnya menyebabkan berkurangnya potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia dan mendorong meluasnya musim kemarau.

BMKG melalui laman resminya juga mencatat hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) menunjukkan sebanyak 493 titik atau sekitar 11 persen wilayah pengamatan telah mengalami HTH kategori panjang.

Sementara itu, 84 titik atau sekitar 2 persen lainnya telah memasuki kategori sangat panjang. Selain itu, suhu udara maksimum pada periode 28 Juni hingga 1 Juli 2026 masih mencapai lebih dari 35 derajat Celsius di sejumlah wilayah, di antaranya Lampung, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan 3-4 Juli 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus 2026

Berdasarkan hasil pemantauan iklim terkini, BMKG memprediksi wilayah yang memasuki musim kemarau akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.

Puncak musim kemarau diperkirakan paling luas terjadi pada Agustus 2026, yakni meliputi 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia.

Sementara itu, puncak musim kemarau pada Juli 2026 diprediksi terjadi di 83 ZOM atau sekitar 12,26 persen wilayah Indonesia, sedangkan pada September 2026 diperkirakan meluas menjadi 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen luas daratan.

Wilayah yang diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian tengah, serta Papua bagian timur.

Hujan Masih Berpotensi Terjadi Sepekan ke Depan

Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • el nino
  • musim kemarau 2026
  • bmkg
  • dinamika atmosfer
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dugaan Pemalsuan KK Muncul Terkait Pengambilan BLT Kesra di Desa Borongtala, APH Diminta Mengusut Tuntas
• 2 jam laluterkini.id
thumb
5 Gunung di Indonesia Status Siaga Hari Ini 3 Juli 2026, Simak Kondisi Terkininya
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Belajar dari Kekalahan Khamzat Chimaev, Ian Garry Sesumbar Bisa Tumbangkan Islam Makhachev
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis asal Thailand, 12 Orang Ditangkap
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Penyelundupan 3,37 Ton Cannabinoid Digagalkan, BNN Selamatkan Rp4,58 Triliun
• 16 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.