REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Selama dua dekade, Luka Modric menjadi denyut permainan Kroasia. Dari debutnya pada 2006 hingga membawa negaranya mencapai final Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga pada 2022, ia menjelma menjadi simbol generasi emas sepak bola Kroasia.
Laga melawan Portugal di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi penutup perjalanan sang maestro di panggung terbesar sepak bola dunia—sebuah perpisahan yang sarat penghormatan bagi salah satu gelandang terbaik dalam sejarah.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px} Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} sumber : EPA
Advertisement




