JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bencana kekeringan melanda sejumlah daerah di Indonesia seiring berlangsungnya musim kemarau.
Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB hingga Jumat (3/7/2026) pukul 07.00 WIB, kekeringan terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Maluku.
“Bencana kekeringan mendominasi akibat dampak musim kemarau,” bunyi keterangan BNPB, dikutip Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Kekeringan Mulai Terjadi di Jember, Ribuan Keluarga Kesulitan Air Bersih
Di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, kekeringan terjadi sejak 24 Juni 2026 akibat menurunnya intensitas hujan dan terbatasnya sumber air.
Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) di Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, terdampak.
BPBD Kabupaten Gunungkidul telah mendistribusikan 16 tangki air bersih kepada warga.
Pemerintah daerah juga menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan yang berlaku hingga 31 Agustus 2026.
Baca juga: Kekeringan Melanda Kawasan Karst Gunungkidul, BPBD Mulai Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih
Sementara itu, di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kekeringan melanda Desa Plumutan dan Desa Bantal di Kecamatan Bancak setelah wilayah tersebut tidak diguyur hujan selama beberapa hari.
Sebanyak 586 KK atau 1.224 jiwa terdampak akibat kekerangan di wilayah tersebut.
BPBD setempat telah menyalurkan masing-masing 5.000 liter air bersih ke dua desa tersebut.
“Saat ini, air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak,” ungkap BNPB.
Baca juga: FAO Petakan Daerah yang Paling Rentan Kena Dampak Kekeringan
Kekeringan juga melanda Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak awal Juli 2026, berdampak ke sedikitny 125 KK.
BNPB menyebutkan, warga kesulitan memperoleh air bersih karena sumur mengalami penurunan debit, bahkan sebagian menghasilkan air keruh bercampur lumpur.
BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI) telah menyalurkan tandon, jeriken, dan 9.000 liter air bersih kepada warga.
Di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, kekeringan terjadi sejak Mei hingga Juli 2026 dan berdampak pada tujuh kecamatan, yakni Bula, Bula Barat, Seram Timur, Pulau Gorom, Gorom Timur, Kesui Watubela, dan Teor.