Malaysia Mepet Kalahkan RI, Penjualan Mobil Jalan di Tempat-Tanda Apa?

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Suasana pameran di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 yang berlangsung di Ji-Expo Kemayoran, Kamis (13/2/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku di lembaga pembiayaan atau leasing menilai pasar otomotif nasional masih memiliki peluang untuk tumbuh. Pasalnya penjualan mobil baru di Indonesia dalam dua tahun terakhir belum menunjukkan peningkatan signifikan, meski jumlah penduduk jauh lebih besar dibanding negara tetangga.

Penjualan mobil baru di Indonesia masih di bawah 1 juta dalam beberapa tahun terakhir, bahkan tahun lalu nyaris kalah dari Malaysia yang mencatat rekor 820.752 unit, sedangkan Indonesia unggul tipis di 833 ribuan unit. Padahal jumlah penduduk jauh lebih besar.

"Selama dua tahun terakhir roda empat kita hanya menjual kendaraan baru sekitar 800 ribu sampai 830 ribu unit. Masih sama dengan Malaysia yang penduduknya hanya sekitar 35 juta," Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno kepada CNBC Indonesia, Jumat (3/7/2026).


Besarnya jumlah penduduk Indonesia seharusnya menjadi modal kuat bagi industri otomotif untuk tumbuh lebih tinggi. Permintaan kendaraan masih dapat meningkat apabila kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat terus membaik.

Baca: China Menggila! Peta Industri Mobil Dunia Berubah Total

Ia menjelaskan kendaraan bermotor masih menjadi kontributor terbesar bagi industri pembiayaan. Permintaan kendaraan juga dinilai memiliki siklus yang terus berulang karena konsumen akan mengganti kendaraan dalam periode tertentu.

"Kalau daya beli meningkat, sudah pasti larinya ke motor dan mobil. Kendaraan ini punya siklus, misalnya mobil baru setelah lima tahun biasanya dijual lalu diganti dengan yang baru," katanya.

Suwandi menambahkan pemerintah saat ini juga terus berupaya meningkatkan konsumsi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong daya beli sekaligus memperbesar permintaan pembiayaan kendaraan. Dengan kondisi tersebut, industri pembiayaan tetap optimis pasar otomotif nasional masih memiliki prospek baik dalam jangka panjang.

"Dengan jumlah penduduk kita yang banyak, seharusnya kita bisa mempunyai pertumbuhan penjualan kendaraan yang jauh lebih baik," ujarnya.

Baca: Bos Pengusaha Wanti-Wanti Potensi Masalah di Cicilan Mobil, Ada Apa?


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Tau Tau Defisit, Ada Apa Dengan Neraca Dagang Indonesia?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rusia Gempur Kyiv 11 Jam, Klaim Balas Serangan Ukraina ke Kilang Minyak, 21 Orang Tewas
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Spanyol Dikepung Panas Ekstrem hingga 40 Derajat Celcius
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Jakarta Sabtu 4 Juli 2026: Jaksel dan Jakbar Berpotensi Diguyur Hujan Ringan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Fitch Ratings Beri Alarm soal Rupiah, Cadangan Devisa, hingga Kebijakan DSI
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Komut Pertamina Sebut Inovasi, Empati Jadi Kunci Pelayanan kepada Masyarakat
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.