KAI Percepat Pengembangan Peron Stasiun Bogor untuk Dukung Operasional KRL 12 Kereta

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat peningkatan kapasitas layanan KRL di Stasiun Bogor melalui pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 guna mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta (SF12) di Bogor Line seiring tingginya mobilitas masyarakat menuju Jakarta.

Stasiun Bogor Catat Pergerakan Pelanggan KRL Tertinggi

Berdasarkan data KAI Semester I 2026, Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan pergerakan pelanggan KRL tertinggi di jaringan Commuter Line Jabodetabek dengan total 18.451.462 pergerakan pelanggan.

Jumlah tersebut terdiri atas 9.371.057 pelanggan masuk (gate in) dan 9.080.405 pelanggan keluar (gate out), dengan rata-rata pergerakan mencapai sekitar 101.942 orang per hari.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan posisi Stasiun Bogor sebagai stasiun dengan pergerakan pelanggan tertinggi menjadi dasar percepatan peningkatan kapasitas layanan.

Anne mengatakan, "Stasiun Bogor melayani pergerakan pelanggan KRL tertinggi sepanjang semester I 2026. Karena itu, pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 menjadi bagian penting untuk menyiapkan kapasitas layanan yang lebih besar, terutama dalam mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12."

Menurut Anne, Bogor Line merupakan salah satu lintas utama yang melayani perjalanan masyarakat dari Bogor, Cilebut, Bojonggede, Citayam, Depok, hingga Jakarta.

Ia mengungkapkan, "Bogor Line menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk perjalanan harian. Dengan kesiapan SF12, kapasitas layanan dalam satu perjalanan dapat meningkat dan proses naik-turun pelanggan di Stasiun Bogor dapat lebih tertata."

Pengembangan Peron Ditargetkan Rampung Pertengahan Juli

Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada 15 Juli 2026.

Pekerjaan meliputi persiapan, struktur dan arsitektur, Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), pekerjaan jalan rel, Listrik Aliran Atas (LAA), serta pemasangan kanopi (overcapping) untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.

Sebagai bagian dari penyelesaian proyek, KAI melaksanakan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026 untuk memastikan kesiapan keselamatan serta kualitas prasarana.

Selama proses pengembangan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter terus berkoordinasi agar pelayanan kepada pelanggan tetap aman, tertib, dan lancar.

KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga mempersiapkan penguatan konektivitas antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang guna mempermudah perpindahan layanan masyarakat.

Anne menegaskan, "KAI berkomitmen menghadirkan peningkatan layanan yang langsung dirasakan pelanggan. Fokus kami adalah kapasitas yang lebih siap, alur perjalanan yang lebih nyaman, serta konektivitas yang semakin mudah bagi masyarakat pengguna transportasi publik."


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kadis Kominfo Makassar Kenalkan Lontara+ di Apeksi 2026
• 11 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Komersialisasi Kurikulum di Sekolah Swasta
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Tetapkan Bupati Langkat Syah Afandin dan Timses di Pilkada Jadi Tersangka Kasus Suap Proyek
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Jaylen Brown mengaku syok ditukar ke 76ers
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
4 Pembunuh Tapir yang Viral Keliaran di Jalinsum Lampung Ditangkap, 2 Buron
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.