Sering Dianggap Wajar, padahal Kebiasaan Sulit Menahan Kencing Perlu Diobati!

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Meski dialami banyak perempuan, urinary incontinence atau sulit menahan kencing masih kerap dianggap sebagai kondisi yang memalukan atau bagian normal dari proses penuaan.

Padahal, jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan seharusnya mendapatkan penanganan yang tepat.

Banyak Perempuan Memilih Diam karena Malu

Data menunjukkan sekitar satu dari tiga perempuan pernah mengalami urinary incontinence. Namun, menurut Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Perempuan, Fungsional dan Neurologi, Prof. Dr. dr. Harrina E. Rahardjo, Sp.U. (K), PhD, masih banyak perempuan yang enggan mencari pertolongan medis.

Menurutnya, ada beberapa alasan yang membuat perempuan memilih diam. Selain merasa malu, tidak sedikit yang menganggap kebocoran urine merupakan kondisi yang wajar seiring bertambahnya usia.

"Misalnya ada pertambahan usia. Jadi memang ‘Sudah sewajarnya lah saya begini karena saya sudah bertambah usianya’,” ucapnya kepada kumparanMOM dalam acara Peresmian Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic Siloam Hospitals Asri, pada Selasa (30/6).

Selain itu, ada pula anggapan bahwa kondisi tersebut tidak dapat diobati sehingga konsultasi ke dokter dianggap tidak akan memberikan manfaat.

Urinary Incontinence Bisa Ditangani Tanpa Harus Operasi

Prof. Harrina menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Hingga saat ini tersedia berbagai pilihan terapi untuk menangani urinary incontinence, dan tidak semuanya memerlukan tindakan operasi.

Menurutnya, penanganan biasanya dimulai dengan terapi sederhana dan non-operatif. Langkah awal dapat berupa perubahan gaya hidup, menghilangkan faktor-faktor risiko yang memperburuk kondisi, serta menjalani terapi sesuai penyebab yang dialami pasien.

“Ini semua bisa menangani pasien dengan baik tanpa harus sampai ke yang canggih-canggih atau yang terlalu invasif,” imbuhnya.

Oleh karena itu, perempuan yang mengalami keluhan sulit menahan buang air kecil tidak perlu merasa malu atau menunggu kondisinya semakin parah. Semakin cepat berkonsultasi dengan tenaga medis, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai sehingga kualitas hidup tetap terjaga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riyad Mahrez pamit dari Aljazair usai tersingkir di 32 besar
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Menteri PANRB: Transformasi Birokrasi Harus Hadirkan Kepastian Hukum
• 23 jam laludisway.id
thumb
Direksi Saratoga (SRTG) Ramai-Ramai Serok Saham, Nilai Transaksi Hampir Rp 3 M
• 42 menit lalukatadata.co.id
thumb
Bea Cukai Tingkatkan Literasi Ekspor-Impor Mahasiswa di 3 Daerah Ini
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Mitratel (MTEL) Bagikan Dividen Rp25,6 per Saham, Ini Jadwalnya
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.