Riset: Sering Diajak Siapkan Makanan Bisa Cegah Anak Jadi Picky Eater

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Moms, ternyata mengajak anak menyiapkan makanan bisa membuatnya jadi lebih suka makanan sehat dan cenderung tidak picky eater, lho!

Ya, melibatkan anak saat menyiapkan makanan biasanya memang membuat kita jadi lebih repot ya, Moms. Dapur bisa menjadi lebih berantakan, proses memasak pun lebih lama. Namun ternyata, melibatkan anak saat menyiapkan makanan bisa menjadi investasi jangka panjang bagi kebiasaan makannya.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang ikut menyiapkan makanan cenderung lebih berani mencoba makanan baru, lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur, bahkan memiliki kualitas pola makan yang lebih baik. Bukan karena masakannya jadi lebih enak, melainkan karena anak merasa memiliki keterlibatan dengan makanan yang akan disantap.

Melibatkan Anak di Dapur Berkaitan dengan Pola Makan yang Lebih Sehat

Sebuah literature review yang dipublikasikan dalam Sage Journal menelaah 15 penelitian mengenai keterlibatan anak dalam menyiapkan makanan di rumah menemukan hasil yang cukup konsisten. Anak-anak yang membantu memasak memiliki:

Para peneliti menjelaskan bahwa ketika anak ikut mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau menyusun makanan di piring, mereka menjadi lebih akrab dengan bahan makanan tersebut. Kedekatan ini membuat mereka lebih bersedia mencicipi hasil masakan yang mereka bantu buat.

Bisa Membantu Mengurangi Picky Eating

Picky eating atau kebiasaan pilih-pilih makanan merupakan fase yang cukup umum dialami anak, terutama pada usia balita. Namun, kebiasaan ini bisa membuat variasi makanan menjadi terbatas sehingga asupan zat gizi tertentu ikut berkurang.

Menariknya, penelitian menemukan bahwa keterlibatan anak dalam menyiapkan makanan merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan kemungkinan anak menjadi picky eater. Selain itu, memberikan kesempatan anak memilih makanan sehat dan mengenalkan makanan baru secara berulang juga terbukti membantu.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian lain yang menunjukkan bahwa pengalaman positif bersama makanan jauh lebih efektif dibandingkan memaksa anak menghabiskan isi piring.

Kenapa Anak Jadi Lebih Mau Mencoba?

Bagi orang dewasa, sayuran mungkin hanya bahan masakan. Namun bagi anak, brokoli yang dicuci sendiri atau wortel yang dipotong menggunakan pisau plastik bisa menjadi sesuatu yang membanggakan.

Psikolog dan ahli perilaku makan menjelaskan bahwa anak belajar melalui pengalaman langsung. Saat mereka menyentuh, mencium aroma, melihat perubahan warna ketika dimasak, hingga ikut menyajikannya, rasa asing terhadap makanan perlahan berkurang.

Sebaliknya, tekanan untuk makan justru dapat memperburuk picky eating. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengalaman makan yang positif, tanpa paksaan, membantu anak lebih mudah menerima makanan baru.

Cara Aman Mengajak Anak Memasak Sesuai Usia

Tidak perlu langsung meminta anak memasak sendiri. Moms bisa memberikan tugas sederhana sesuai usianya, misalnya:

Usia 2–3 tahun: mencuci buah dan sayur, memasukkan bahan ke mangkuk, atau mengaduk adonan.

Usia 4–5 tahun: menyusun topping pizza, mengupas telur rebus, menghias makanan, atau mengaduk salad.

Usia sekolah: menakar bahan, memecahkan telur, membantu menyiapkan menu sederhana dengan pendampingan orang tua.

Yang terpenting, fokuslah pada proses, bukan hasilnya. Biarkan anak bereksplorasi, meski dapur menjadi sedikit lebih berantakan.

Anak Tak Harus Langsung Suka

Perlu diingat, mengajak anak memasak bukan berarti mereka otomatis akan menyukai semua jenis makanan. Dibutuhkan paparan yang berulang sebelum anak benar-benar menerima rasa baru.

Namun, jika dilakukan secara konsisten dan menyenangkan, kegiatan sederhana di dapur dapat menjadi salah satu cara efektif membangun hubungan yang positif dengan makanan sejak dini.

Jadi, lain kali saat si kecil ingin membantu memasak, mungkin tidak ada salahnya memberikan apron kecil dan membiarkannya ikut berkreasi. Siapa tahu, itu justru menjadi langkah awal agar ia lebih lahap makan sayur di meja makan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Korban Penipuan Investasi Bodong, Mahasiswa Laporkan Pengusaha di Polrestabes Makassar
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Erdin Werdrayana Riset Jadi Taruna hingga Belajar Bahasa Jawa demi Pemikat Jiwa
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Dampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin, Warga Datangi Posko Pemeriksaan Kesehatan | SAPA SIANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Polda NTT Bentuk Tim Joint Investigation Usut Kasus Dokter Icha
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Babak Baru Hubungan Indonesia-Belarus Usai 13 Tahun
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.