Liputan6.com, Jakarta - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan kebijakan nol rupiah pada layanan Mikrotrans dihentikan. Badan ini menilai penetapan tarif diperlukan agar data jumlah penumpang lebih akurat dan dapat dipakai untuk evaluasi layanan.
Usulan tersebut disampaikan Ketua DTKJ periode 2026–2029, Sugihardjo, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026). Selain penyesuaian pada Mikrotrans, ia juga memaparkan rancangan tarif untuk perjalanan yang terintegrasi dengan jaringan Transjakarta.
Advertisement
Menurut DTKJ, perlakuan tarif dibedakan antara perjalanan yang hanya memanfaatkan Mikrotrans dan perjalanan yang tersambung ke layanan dalam jaringan Transjakarta.
"Yang sekarang itu Mikrotrans, kan tadi saya bilang kalau Transjakarta itu gabungan antara Mikrotrans, non-BRT, dan BRT. Nah, itu tarifnya sama, Rp 5.000. Tapi kalau hanya untuk jarak dekat, hanya naik Mikrotrans, tarifnya Rp 2.000. Kita mengusulkan Rp 2.000," ujarnya.




