Terkini, Jakarta — Keluarga besar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) berduka atas wafatnya Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi, pada Jumat, 3 Juli 2026, di RS Siloam Mampang, Jakarta Selatan.
Kepergian Maryadi meninggalkan duka mendalam sekaligus kehilangan besar bagi AMSI dan komunitas media di Indonesia.
Dedikasi dan pengabdiannya selama puluhan tahun telah memberi warna bagi perjalanan industri media nasional, khususnya media digital.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menyebut Maryadi sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan organisasi sejak AMSI berdiri. Dedikasi almarhum berlangsung panjang melalui berbagai tanggung jawab strategis.
Maryadi mengemban amanah sebagai Bendahara Umum AMSI selama dua periode pada 2017–2023. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Sekretaris Jenderal AMSI.
“Maryadi adalah salah satu tokoh penting dalam perjalanan AMSI sejak organisasi ini berdiri. Ia mengemban amanah sebagai Bendahara Umum AMSI pada periode 2017–2023, sebelum kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai Sekretaris Jenderal AMSI,” ujar Wahyu dalam pernyataan resminya.
Sepanjang pengabdiannya, Maryadi dikenal sebagai sosok pekerja keras dan tekun. Ia terlibat dalam berbagai upaya memperkuat organisasi, mendampingi anggota, serta memperjuangkan misi AMSI dalam membangun ekosistem media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Menurut Wahyu, Maryadi bukan sekadar pengurus organisasi. Ia merupakan rekan seperjuangan yang memahami pentingnya perusahaan media yang sehat dan independen sebagai fondasi bagi lahirnya jurnalisme berkualitas.
“Ia bukan hanya seorang pengurus, tetapi juga rekan seperjuangan yang memahami bahwa jurnalisme berkualitas hanya dapat tumbuh apabila ditopang oleh perusahaan media yang sehat dan independen,” katanya.
Kontribusi Maryadi juga tercatat dalam pembangunan berbagai fondasi kelembagaan, tata kelola, dan program AMSI. Banyak pekerjaan penting tersebut dilakukan melalui kerja sunyi dan pengabdian yang konsisten.
Maryadi, kata Wahyu, menjalankan setiap tanggung jawab dengan kesungguhan, loyalitas, serta rasa memiliki yang besar terhadap AMSI dan seluruh anggotanya.
“Banyak fondasi kelembagaan, tata kelola, dan program AMSI yang turut dibangun melalui kerja sunyi dan pengabdiannya,” tutur Wahyu.
Kepergian Maryadi menjadi kehilangan besar bagi AMSI dan komunitas media Indonesia. Dedikasi, kerja keras, serta komitmennya dalam memperkuat media siber nasional akan terus dikenang.
Atas nama Pengurus Nasional dan seluruh anggota AMSI, Wahyu menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama Pengurus Nasional dan seluruh anggota AMSI, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Wahyu juga mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh pengabdiannya menjadi amal yang terus mengalir.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan seluruh amal pengabdiannya menjadi pahala yang terus mengalir,” beber Wahyu.
Maryadi, Jurnalis dan Eksekutif Media Digital
Maryadi merupakan jurnalis dan eksekutif media dengan perjalanan karier lebih dari dua dekade. Ia memulai karier jurnalistiknya di Harian Suaka Pontianak pada 1999.
Setahun kemudian, Maryadi menjadi stringer Associated Press pada 2000–2006. Pada periode yang sama, ia bergabung dengan detik.com sebagai editor dan project leader hingga 2008.
Karier jurnalistiknya kemudian berlanjut di VIVA Network. Selama lebih dari satu dekade, sejak 2008 hingga 2021, Maryadi mengabdikan diri di jaringan media tersebut hingga dipercaya memimpin redaksi.
Pengalaman panjang itu membentuk reputasinya sebagai jurnalis dan pemimpin media yang memahami ruang redaksi, pengembangan produk berita, serta dinamika industri media digital.
Setelah lama berkiprah di bidang editorial, Maryadi memperluas pengabdiannya ke sisi bisnis media. Ia bergabung dengan Katadata Media Network sebagai direktur, kemudian melanjutkan kiprah di Nusantara TV dan Kabar Bursa.
Jabatan terakhir Maryadi adalah Direktur Bisnis Tutur Media Digital. Posisi tersebut semakin melengkapi perjalanan panjangnya dari dunia jurnalistik hingga manajemen dan bisnis media.
Di luar perusahaan media, Maryadi memiliki peran penting dalam perjalanan AMSI. Ia pernah menjabat Bendahara Umum AMSI pada 2017–2023 sebelum dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal.
Melalui berbagai posisi tersebut, Maryadi turut bekerja memperkuat kelembagaan AMSI dan memperjuangkan tumbuhnya ekosistem bisnis media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Maryadi dikenang sebagai sosok yang mampu menjembatani dunia jurnalistik dan bisnis media. Perjalanannya sebagai reporter, editor, pemimpin redaksi, hingga eksekutif bisnis menunjukkan pengabdian yang utuh terhadap industri media Indonesia.
Kini, Maryadi telah berpulang. Namun, jejak pengabdian, kerja keras, dan kontribusinya dalam memperkuat media siber nasional akan terus dikenang oleh AMSI dan dunia media Indonesia. (*)




