Wamendagri Ribka Haluk Sampaikan Duka Cita Mendalam dan Kecam Keras Pembakaran Pesawat AMA di Yahukimo

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, menyatakan belasungkawa yang mendalam atas insiden tragis yang menimpa pilot Nicholas F. Goselin di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. 

Selain menyampaikan duka cita, Wamendagri juga mengutuk keras aksi pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) yang berujung pada hilangnya nyawa pilot berkebangsaan Amerika Serikat tersebut.

“Saya selaku Wakil Menteri Dalam Negeri menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum kapten pilot serta keluarga besar maskapai AMA yang saat ini tengah berduka atas peristiwa penembakan pilot di Kabupaten Yahukimo,” ujar Ribka usai menghadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di Yogyakarta, Kamis (2/7).

Ribka menilai, peristiwa tersebut tidak hanya merenggut nyawa seorang pilot yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan, tetapi juga berpotensi mengganggu layanan penerbangan perintis yang menjadi akses utama masyarakat di wilayah terpencil Papua. 

Menurutnya, terganggunya layanan tersebut akan berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian.

“Tidak ada cara lain untuk membangun Papua selain menghadirkan pelayanan bagi masyarakat di daerah-daerah pinggiran. Karena itu, setiap tindakan harus mempertimbangkan hajat hidup orang banyak. Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak Papua yang tinggal di daerah-daerah terpencil, justru menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.

Ribka meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta aparat keamanan segera mengusut insiden tersebut secara tuntas.

Ia juga meminta aparat keamanan segera melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Menurut Ribka, maskapai PT AMA bersama maskapai penerbangan perintis lainnya telah berjasa melayani masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. 

Di tengah tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, dan situasi keamanan, para pilot tetap menjalankan tugas demi memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai layanan dasar.

“Kalau pesawat-pesawat perintis yang melayani masyarakat di daerah paling terpencil ini sudah tidak ada lagi, siapa yang akan datang melayani mereka?” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Gugur saat Gerebek Kasus Narkoba di Katingan, Dua Anggota Masih Dicari
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
9 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Austria: Dominasi La Roja Berbuah Deretan Rekor
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mengapa ”Heatstroke” di Indonesia Kian Berisiko?
• 12 jam lalukompas.id
thumb
PSIM Lepas Winger Belanda Anton Fase: Sempat Menjanjikan, tetapi Terhambat Cedera
• 2 jam lalubola.com
thumb
Gerak Cepat Polda Jateng Usut Aiptu N, Polisi Tegal yang Aniaya Istri Siri
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.