JAKARTA, KOMPAS.TV – Juru Bicara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Sugiat Santoso, menganalogikan usulan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tikus yang menggerogoti padi di sawah lalu menghentikan proses penanamannya.
Sugiat menyatakan ketidaksetujuannya jika program MBG dihentikan dalam rangka evaluasi, karena program itu memiliki niat luhur dan memberikan hak makan bergizi untuk rakyat.
“Hak anak-anak Indonesia yang selama ini katakanlah kekurangan gizi, stunting walaupun mungkin evaluasi nanti target dari penerimanya bisa dievaluasi,” kata dia dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: BONGKAR! Kronologi! Kejagung Ungkap Tersangka Korupsi MBG: Dari Dadan Hindayana hingga Brigjen Lalu
Ia kemudian mencontohkan tikus yang menggerogoti padi di sawah serta kasus korupsi pada proyek pembangunan infrastruktur.
“Kalau kita sedang menanam padi di sawah, lalu ada tikus menggerogoti padi padi tersebut, logikanya apakah kita menghentikan proses tanam menanam kita, sementara kebutuhan kita akan padi itu masih sangat besar misalnya,” kata dia.
“Atau misalnya kalau ada proyek infrastruktur, ketika ada satu proyek infrastruktur itu ternyata ada oknum dari pejabat ke Kementerian Infrastruktur itu melakukan korupsi, apakah proyek itu dihentikan? Sementara proyek itu menjadi kebutuhan rakyat,” ucapnya.
Ia membenarkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi total terhadap program MBG tersebut. Namun, jangan sampai hal itu mengorbankan hak rakyat.
“Tapi jangan sampai mengorbankan hak rakyat, apalagi hak anak-anak Indonesia yang sangat membutuhkan dari MBG ini, misalnya anak-anak yang orang tuanya susah dan sebagainya,” ucap dia.
Merespons pernyataan Sugiat tersebut, pengajar Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Bivitri Susanti, yang juga menjadi narasumber dalam dialog itu, menyebut analogi tersebut keliru.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bivitri susanti
- sugiat santoso
- penghentian program mbg
- makan bergii gratis
- mbg





