TANGERANG, DISWAY.ID-- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menyebut 154 jiwa terkena gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang diduga akibat dampak paparan asap kebakaran di TPA Jatiwaringin.
Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Diknes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, pada Jumat, 3 Juli 2026. Ia bilang, 154 jiwa yang terkena gelaja ISPA itu berdasarkan laporan petugas sejak Rabu, 1 Juli 2026.
BACA JUGA:Lirik Lagu I.D.O.L - NCT JNJM Lengkap Terjemahan, Setlist Lagu di Fan Meet DUALITY Jakarta
Selain itu, kata Hendra, Dinas Kesehatan setempat juga melaporkan jumlah total warga yang datang berobat ke posko darurat kini hampir menyentuh angka 200 jiwa, dengan mayoritas keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
Dari data itu, mayoritas yang memeriksakan diri dengan keluhan gangguan pernafasan merupakan kelompok ibu hamil, anak hingga orang dewasa.
Namun demikian, tim medis dari pemerintah daerah Kabupaten Tangerang telah memberikan penanganan maksimal dan berkelanjutan terhadap pasien tersebut.
BACA JUGA:Kemenkes Serahkan Hasil Investigasi Kematian dr Icha ke Polisi
"Kalau total yang berobat itu, semua pelayanan itu, mungkin sekarang ini kemarin ada154 hingga 200 jiwa warga ditangani," katanya.
Ia juga bilang, fokus utama penanganan medis saat ini adalah mencegah agar ISPA tersebut tidak memburuk menjadi penyakit pneumonia.
Terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia, mengingat pneumonia memiliki risiko fatalitas yang tinggi jika terlambat ditangani.
"Jadi kita memang menganjurkan ke masyarakat jangan sampai terpapar ISPA. Jadi, hindari paparan asap. Kalau seandainya terpaksa terkena paparan, kita harus pakai masker," tuturnya.
BACA JUGA:Berburu Motor Listrik di PRJ 2026? Yadea Siapkan Hadiah Menarik untuk Pembeli
Melihat kondisi tersebut, lanjut Kadinkes, pihaknya kini tengah mendistribusikan masker jenis N95 dan oksigen untuk keperluan tim pemadam kebakaran yang langsung tegjun di lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin.
Sementara, terkait kondisi tim di lokasi, dilaporkan belum ada tim pemadam kebakaran maupun tenaga medis yang mengalami kondisi kritis hingga harus dirujuk ke rumah sakit.
"Untuk masyarakat umum dibagikan masker standar, sedangkan masker spesifikasi tinggi jenis N95 disalurkan khusus bagi garda terdepan penanggulangan api (petugas Damkar)," ungkapnya.
- 1
- 2
- 3
- »





