HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kehadiran Darije Kalezic sebagai pelatih baru PSM Makassar membuka banyak spekulasi mengenai pemain yang berpotensi direkrut untuk menghadapi Super League 2026/2027. Salah satu nama yang mulai dikaitkan dengan Juku Eja adalah penyerang Timnas Indonesia, Rafael Struick.
Rumor tersebut memang belum mengarah pada proses negosiasi resmi. Namun, ada satu faktor yang membuat peluang itu menarik untuk diperbincangkan, yakni hubungan lama antara Darije Kalezic dan Rafael Struick yang sudah terjalin sejak di Belanda.
Jauh sebelum Struick dikenal publik Indonesia dan menjadi salah satu pemain andalan Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong, ia pernah merasakan sentuhan kepelatihan Darije saat menjalani proses pembinaan di Belanda. Kedekatan itu bisa menjadi modal penting apabila PSM benar-benar ingin memboyong sang penyerang ke Makassar.
Di tengah ketatnya persaingan mendapatkan pemain berkualitas, pendekatan personal kerap menjadi pembeda. Darije tentu memahami karakter, potensi, hingga cara mengembangkan permainan Struick. Sebaliknya, Struick juga sudah mengenal filosofi kepelatihan Darije sehingga proses adaptasi diyakini tidak akan membutuhkan waktu lama.
Situasi Rafael Struick saat ini juga membuat masa depannya menjadi perhatian. Sepanjang Super League 2025/2026, penyerang berusia 23 tahun tersebut kesulitan mendapatkan menit bermain reguler.
Cedera sempat membuatnya harus menepi selama beberapa pekan. Setelah pulih, kesempatan tampil yang diperoleh masih terbatas. Total, ia hanya bermain dalam 13 pertandingan sepanjang musim dan belum mampu menunjukkan performa terbaiknya secara konsisten.
Minimnya menit bermain tentu bukan situasi ideal bagi seorang pemain yang masih menjadi bagian dari Timnas Indonesia. Untuk menjaga peluang tetap dipanggil tim nasional, Struick membutuhkan klub yang mampu memberinya kepercayaan tampil secara reguler.
Di sinilah PSM Makassar bisa menawarkan sesuatu yang berbeda.
Meski secara finansial Juku Eja kemungkinan tidak mampu bersaing dengan klub-klub mapan seperti Persib Bandung atau Dewa United FC, PSM memiliki sosok pelatih yang sudah mengenal kemampuan Struick sejak usia muda.
Darije juga dikenal sebagai pelatih yang memberi ruang kepada pemain muda untuk berkembang selama mampu menjalankan instruksi taktik dengan baik. Filosofi permainan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi Struick untuk menghidupkan kembali kariernya.
Di sisi lain, PSM memang diperkirakan masih membutuhkan tambahan kekuatan di lini depan setelah melakukan evaluasi terhadap produktivitas musim lalu. Kehadiran penyerang yang memiliki pengalaman internasional seperti Struick dinilai dapat memberikan variasi baru dalam skema serangan Juku Eja.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari PSM Makassar maupun pihak Rafael Struick mengenai kemungkinan transfer tersebut. Rumor yang berkembang masih sebatas spekulasi yang dipicu oleh hubungan masa lalu antara pemain dan pelatih.
Apabila PSM benar-benar bergerak merekrut Rafael Struick, transfer itu bukan sekadar mendatangkan penyerang Timnas Indonesia. Lebih dari itu, Juku Eja berpotensi menghadirkan reuni antara Darije Kalezic dan mantan anak asuhnya, sekaligus memberikan kesempatan bagi Struick untuk mendapatkan kembali menit bermain, mengembalikan kepercayaan diri, dan menjaga peluangnya tetap menjadi bagian penting Timnas Indonesia pada agenda internasasional mendatang.





