Neraca Dagang Mei 2026 Defisit, Kemendag Perluas Pasar Ekspor demi Jaga Kinerja

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memperluas akses pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nasional untuk menjaga kinerja perdagangan Indonesia. Hal ini seiring masih tumbuhnya ekspor nonmigas yang menjadi penopang surplus neraca perdagangan secara kumulatif hingga Mei 2026.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pemerintah akan terus memperkuat daya saing produk nasional melalui perluasan pasar ekspor guna menjaga momentum pertumbuhan ekspor.

“Ke depan, pemerintah akan terus memperluas akses pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nasional agar kinerja ekspor tetap terjaga,” kata Budi dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (3/7/2026).

Neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 tercatat menorehkan defisit sebesar US$1,61 miliar akibat peningkatan impor sektor migas. Namun, Budi menilai sepanjang Januari–Mei 2026, Indonesia masih membukukan surplus sebesar US$4,03 miliar.

Surplus tersebut ditopang oleh perdagangan nonmigas yang membukukan surplus US$16,31 miliar, sehingga mampu mengimbangi defisit sektor migas sebesar US$12,28 miliar. Budi mengatakan capaian tersebut menunjukkan perdagangan nonmigas masih menjadi fondasi utama perdagangan luar negeri Indonesia 

“Meskipun neraca perdagangan Mei 2026 defisit, namun secara kumulatif, kinerja perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus. Ini membuktikan kinerja perdagangan nonmigas Indonesia masih tetap kokoh di tengah tantangan global,” ujarnya.

Baca Juga

  • Pemerintah Ungkap Skenario Defisit Neraca Dagang RI Berbalik Surplus
  • Akal Industri Pariwisata Tangkap Momentum Liburan Sekolah
  • Membaca Peluang Pemulihan Ekspor Besi-Baja RI di Paruh Kedua 2026

Kemendag mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai US$115,36 miliar, tumbuh 3,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspor nonmigas yang meningkat 3,89% menjadi US$110,19 miliar, sementara ekspor migas tercatat sebesar US$5,17 miliar atau turun 12,71% secara tahunan.

Budi menuturkan industri pengolahan masih menjadi motor utama pertumbuhan ekspor nasional. Menurutnya, kinerja sektor tersebut menunjukkan program hilirisasi dan penguatan daya saing produk manufaktur mulai memberikan hasil positif.

Sepanjang Januari–Mei 2026, ekspor industri pengolahan tumbuh 6,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya ekspor aluminium dan barang daripadanya (HS 76) sebesar 64,33%, nikel dan barang daripadanya (HS 75) sebesar 60,88%, serta bahan kimia organik (HS 29) sebesar 31,04%. Adapun, kenaikan tersebut ditopang membaiknya harga komoditas di pasar internasional dan meningkatnya permintaan global.

Di sisi lain, beberapa sektor masih mencatatkan pelemahan. Ekspor sektor pertanian turun 24,95%, sektor migas melemah 12,71%, dan sektor pertambangan serta lainnya turun 8,14% sepanjang Januari–Mei 2026. Penurunan terdalam pada sektor pertanian terjadi pada komoditas kakao dan olahannya (HS 18) sebesar 39,34%, disusul kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) sebesar 29,94%.

Sementara itu, pada sektor pertambangan dan lainnya, penurunan terbesar terjadi pada komoditas bijih logam, terak, dan abu (HS 26) sebesar 45,97%.

Kemendag juga mencatat sejumlah pasar ekspor mencatatkan pertumbuhan signifikan selama lima bulan pertama 2026. Ekspor nonmigas ke Rumania melonjak 409,78%, diikuti Hong Kong 34,01%, Mesir 33,73%, Thailand 19,32%, dan China 17,68%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DTKJ Usul Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5 Ribu, Transjabodetabek Rp 10 Ribu
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pengumuman Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat Sudah Muncul, Ini Detailnya
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nottingham Forest resmi pecat pelatih Vitor Pereira
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Kebakaran TPA Jatiwaringin Hari Ketiga, 125 Personel Polri Dikerahkan Bantu Padamkan Api
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Hashim Minta Kemensos Perketat Pengawasan Program Pemerintah
• 44 menit lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.