TABLOIDBINTANG.COM - Kesuksesan Bernadya di industri musik ternyata berawal dari situasi yang tak mudah.
Jauh sebelum menjadi salah satu penyanyi dan penulis lagu paling bersinar saat ini, karya-karyanya justru menjadi penyelamat ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19.
Cerita itu diungkap Bernadya saat menjadi bintang tamu dalam podcast Raditya Dika.
Penyanyi berusia 21 tahun tersebut mengenang masa ketika ibunya harus menghentikan praktik di klinik akibat pandemi. Padahal, sang ibu merupakan sumber penghasilan utama keluarga.
"Mamaku berhenti praktik ketika pandemi kan nggak boleh. Sementara penghasilan terbesar keluarga ini kan mamaku, adalah tulang punggung," ujar Bernadya.
Saat pemasukan keluarga nyaris terhenti, Bernadya mengaku tidak menyangka lagu yang ia rilis justru mulai menghasilkan pendapatan dari platform musik digital.
"Iya, maksudnya dari klinik kan. Kita jadinya bergantung dari situ aja. Cuma dari laguku tiba-tiba menghasilkan sesuatu yang bikin kita bisa bertahan hidup," tuturnya.
Bernadya bahkan merasa kondisi keluarganya berubah drastis berkat royalti dari lagu tersebut.
"Bukan bertahan hidup, itu jauh melebihi bertahan hidup. Kayak hidupnya bisa sampai seribu kali gitu," katanya sambil tersenyum.
Pengalaman itu menjadi momen yang membuat Bernadya semakin percaya diri dengan kemampuannya menulis lagu.
"Dari situ aku rasa, 'Oh aku bisa nulis mungkin'," lanjutnya.
Kaget Terima Royalti Besar
Dalam kesempatan yang sama, Raditya Dika juga penasaran bagaimana Bernadya mendistribusikan lagu-lagunya saat itu. Sebab, ia masih berstatus sebagai musisi independen dan belum berada di bawah label rekaman besar.
Bernadya mengungkapkan seluruh proses distribusi dilakukan secara mandiri bersama sang ayah.
"Aku sama papa ngoprek sendiri," ujarnya.
Raditya Dika kemudian memastikan bahwa mereka mengunggah lagu melalui agregator digital dan mengurus sendiri seluruh administrasi, termasuk rekening penerima royalti.
Tak hanya prosesnya yang mandiri, jumlah royalti yang diterima juga benar-benar di luar ekspektasinya.
"Semengagetkan itu, karena bener-bener pada saat itu besar, Kak Radit. Besar untuk anak SMA, dan untuk masa pandemi. Kaget," ungkapnya.
Raditya Dika kemudian menyebut lagu Bernadya saat itu kemungkinan sudah mencatat jutaan kali pemutaran di platform streaming musik.
"Iya, jutaan," jawab Bernadya.
Yang pertama mengetahui nominal royalti tersebut ternyata bukan Bernadya, melainkan sang ayah.
"Papaku," kata Bernadya ketika ditanya siapa yang pertama membuka laporan pembayaran.
Raditya Dika kemudian menimpali bahwa sang ayah pasti menjadi orang yang memberi tahu jumlah uang yang masuk.
"Iya. Anak SMA dapat duit segitu (kaget)," kenang Bernadya.
Momen itu menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya sebagai musisi. Melihat hasil dari karya pertama sang putri, ayah Bernadya langsung memberi dorongan agar ia terus menciptakan lagu-lagu baru.
"Dari situ papaku bilang, 'Kamu harus bikin lagu baru lagi,'" tutup Bernadya sambil tertawa.
Kini, keputusan untuk terus menulis lagu terbukti menjadi awal perjalanan Bernadya menuju puncak industri musik Indonesia.
Lagu-lagu ciptaannya tak hanya mendominasi tangga lagu digital, tetapi juga menjadikannya sebagai salah satu penyanyi muda dengan basis pendengar terbesar di Tanah Air.




