KYIV, KOMPAS.TV - Rusia telah menyerbu Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dengan serangan masif rudal dan drone. Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sebanyak 27 orang.
Dikutip dari BBC, Jumat (3/7/2026), Wali Kota Kyiv, Vitaly Klitschko, menggambarkan serangan tersebut sebagai yang paling masif ke Ibu Kota Ukraina.
Kepala Militer Kyiv, Tmur Tkachenko, mengatakan selain korban tewas, sebanyak 91 orang terluka akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Mengarang Klaim Senjata Nuklir Iran, Benjamin Netanyahu Diserang Eks Jenderal Israel
Klitschko mengatakan stasiun ambulans menjadi salah satu lokasi yang terkena serangan.
Meski serangan sebelumnya menimbulkan lebih banyak korban tewas, serangan terakhir ini ada lebih banyak persenjataan yang dikerahkan ke Kyiv. Lokasi yang terkena juga lebih luas ketimbang sebelumnya.
Serangan masif ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan Rusia tengah bersiap melakukan serangan masif.
Rusia mengatakan pasukannya telah mengenai apa yang disebutnya sebagai lokasi militer. Moskow menegaskan serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan Ukraina ke infrastruktur sipil Rusia.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Kamis (2/7/2026), mengatakan Rusia akan meningkatkan tekanan ke rezim Kyiv untuk mencapai tujuan.
Sementara itu, Ukraina menuduh Moskow telah menargetkan area sipil dalam serangannya, dan menegaskan telah keliru jika menyamakan tindakan negara penyerang dengan negara yang membela diri.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : BBC
- serangan masif
- kyiv
- rusia
- ukraina
- drone
- rudal





