Pertumbuhan aset kelolaan atau Asset Under Management (AUM) Indonesia Investment Authority (INA) melambat dalam dua tahun terakhir. Perlambatan terjadi setelah sempat mencatatkan lonjakan signifikan pada periode awal operasionalnya.
Perlambatan tersebut terjadi seiring fluktuasi nilai investasi pada saham emiten perbankan pelat merah yang menjadi portofolio INA. Dua saham itu yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Berdasarkan data INA, AUM sovereign wealth fund (SWF) Indonesia itu bersama mitra investasi tercatat sebesar Rp 87 triliun pada 2021. Nilai tersebut kemudian meningkat menjadi Rp 109,9 triliun pada 2022 atau melonjak 26,3% secara tahunan (year on year).
Tren pertumbuhan berlanjut pada 2023 dengan AUM mencapai Rp 147,7 triliun atau naik 34,4% yoy. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dalam lima tahun terakhir.
TahunAUM INA dan Mitra Investasi (Rp triliun)202187,02022109,92023147,72024144,32025146,2




