Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I-2026

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Pertamina (Persero) memangkas 31 entitas anak usaha sepanjang semester I 2026 (Januari-Juni).

PT Pertamina (Persero) memangkas 31 entitas anak usaha sepanjang semester I 2026 (Januari-Juni). (Foto: Dok. Pertamina)

IDXChannel - PT Pertamina (Persero) memangkas 31 entitas anak usaha sepanjang semester I 2026 (Januari-Juni). Langkah ini merupakan bagian dari program penataan (streamlining) untuk menyederhanakan struktur usaha, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat tata kelola korporasi.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono mengatakan, langkah streamlining merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan perusahaan yang sejalan dengan program penataan anak usaha BUMN yang didorong pemerintah dan Danantara.

Baca Juga:
Satu Abad Panas Bumi, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pengembangan Kamojang

"Streamlining ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina, yang juga sejalan dengan aspirasi pemerintah dan Danantara. Tujuan akhirnya adalah penguatan ketahanan energi nasional, pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ujar Agung dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

Menurut Agung, program tersebut menjadi salah satu prioritas strategis Pertamina untuk memperkuat fokus pada bisnis inti dan meningkatkan daya saing perusahaan. Penataan dilakukan melalui aksi merger, divestasi bisnis noninti, serta likuidasi entitas hulu migas yang sudah tidak aktif (dormant).

Baca Juga:
Kawal Proyek Strategis di Tuban, Komut Pertamina Dorong Penguatan Ketahanan Energi

Dia menjelaskan, penyederhanaan struktur grup diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat kualitas tata kelola perusahaan.

Agung menambahkan, likuidasi terhadap entitas hulu migas yang tidak aktif dilakukan meski selama ini perusahaan-perusahaan tersebut tidak lagi menimbulkan biaya operasional maupun pengeluaran untuk direksi dan komisaris.

"Walaupun entitas hulu migas yang dormant ini selama ini tidak ada pengeluaran baik untuk operasional maupun gaji direksi atau komisaris, namun tetap kami likuidasi sebagai bagian dari upaya merapikan struktur Pertamina Group," katanya.

Menurutnya, capaian streamlining pada Semester I 2026 telah memperkuat rantai pasok energi nasional, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat resiliensi bisnis. 

Agung menegaskan, transformasi yang dilakukan Pertamina tidak berhenti pada aksi korporasi semata, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron memastikan seluruh proses streamlining dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko yang komprehensif, serta kepatuhan terhadap seluruh peraturan perundang-undangan.

Menurut Baron, program tersebut juga mendapat dukungan dan pengawalan dari berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, auditor, Danantara, BP BUMN selaku pemegang saham, hingga serikat pekerja.

"Terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas dukungan dan masukan yang telah diberikan untuk memastikan program streamlining ini tidak hanya dilakukan dengan benar, namun juga mencapai value creation yang ditargetkan," ujar Baron.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Callum Turner dan Jacob Elordi Dinilai Tidak Cocok Jadi James Bond
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Sahroni Desak Polri Kejar Dalang Pesan Judi Online di Media Sosial
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Timnas Inggris Antisipasi Gangguan Suporter Meksiko
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Said Iqbal Ungkap Temuan Kasus 3 Karyawan Disekap: Diarak hingga Diintimidasi
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Bantuan Rumah Korban Bencana Sumatera Diusulkan Naik
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.