Pabrik Oleokimia Evyap Senilai Rp2,34 Triliun di KEK Sei Mangkei Resmi Beroperasi

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Produsen oleokimia dan FMCG asal Turki, Evyap resmi mengoperasikan fasilitas produksinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Evyap resmi mengoperasikan fasilitas produksinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. (Foto: Dok. KEK)

IDXChannel - Produsen oleokimia dan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) asal Turki, Evyap resmi mengoperasikan fasilitas produksinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara. Nilai investasi pabrik tersebut mencapai USD130 juta atau setara Rp2,34 triliun dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS.

Langkah strategis ini diambil Evyap untuk memperkuat operasionalnya setelah membangun pabrik FMCG yang memproduksi sabun, produk cukur, hingga popok di Malaysia. Di Indonesia, Evyap akan fokus memproduksi fatty acids, glyserine, hingga bahan dasar sabun batang, soap noodles yang bersumber dari sawit.

Baca Juga:
Investor Australia Tertarik Masuk Bisnis Hilirisasi Nikel di Indonesia

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang mengatakan, beroperasinya PT Evyap Sabun Indonesia di Sei Mangke menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap iklim investasi di Indonesia.

"Investasi ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan pengembangan KEK dalam membangun ekosistem industri yang kompetitif melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para stakeholders," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga:
Perusahaan Australia Siap Investasi Rp6,2Triliun, Perkuat Rantai Pasok Industri Baterai RI

Masuknya investasi Evyap ini kian memperkuat porsi Penanaman Modal Asing (PMA) di KEK. Dominasi PMA mencapai 73 persen, menegaskan bahwa KEK semakin dipercaya sebagai basis investasi manufaktur berorientasi ekspor. Khusus Sei Mangkei, KEK ini telah menghasilkan investasi Rp31,8 triliun dan menyerap 14.689 tenaga kerja hingga akhir Maret 2026.

Capaian ini memantapkan posisinya sebagai salah satu pusat hilirisasi industri sawit nasional dengan memanfaatkan letak geografis strategis di Selat Malaka, yang menghubungkan jalur perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, hingga Afrika.

Sementara itu, CEO Life Chemistry Evyap, Saw Lee Chyan mengungkapkan pemilihan Sei Mangkei sebagai lokasi investasi karena skema KEK memberikan banyak kemudahan terhadap pelaku usaha.

“Keberadaan KEK Sei Mangkei sangat membantu kami mempercepat proses pembangunan hingga fasilitas produksi dapat segera beroperasi dibandingkan di lokasi lain. Hal ini karena KEK Sei Mangkei menawarkan layanan yang terintegrasi sebagai one-stop solution bagi kawasan industri," katanya.

Dia menyebut, langkah ekspansi Evyap tidak hanya akan menguntungkan dan menyokong ekosistem hilirisasi kelapa sawit Indonesia, melainkan juga menjadi bagian dari ekspansi strategis perusahaan dalam melipatgandakan kapasitas produksi dan memperlebar jangkauan pasar internasional.

Di tingkat global, Evyap Life Chemistry yang fokus pada segmen oleokimia saat ini telah melayani lebih dari 600 pelanggan yang tersebar di 55 negara. Di KEK Sei Mangkei, pabrik yang dibangun sejak Maret 2023 memiliki tiga fasilitas produksi dengan kapasitas gabungan 650 ribu ton yang siap memenuhi permintaan pasar dunia.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekomendasi Tekanan Angin di Ban Mobil Berdasarkan Ukuran
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Nagelsmann Resmi Mundur dari Timnas Jerman, Jurgen Klopp Jadi Pengganti?
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
9 Pelatih Resmi Kehilangan Pekerjaan Usai Tersingkir di Piala Dunia 2026, Korban Terbaru dari Jerman
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Kalau Cinta, Jangan Siksa
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Belajar dari ONDC India: Membangun Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia
• 18 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.