Terungkap Niat Israel Bunuh Pejabat Iran Saat Berunding Akhiri Perang

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Konflik yang melibatkan Israel dan Iran belum menemukan titik terang untuk berakhir. Amerika Serikat (AS) bahkan mengungkap rencana Israel membunuh pejabat Iran saat kedua negara tengah berunding mengakhiri perang.

AS dan Iran menyerang Iran pada 28 Februari silam hingga berujung pecahnya perang yang melibatkan tiga negara tersebut. Secercah perdamaian mulai terlihat saat AS dan Iran sepakat berdamai dan terlibat sejumlah perundingan.

Perdamaian AS dan Iran ditentang oleh Israel. Pihak Israel telah menargetkan pembunuhan dua pejabat Iran yang menjadi tokoh kunci perundingan damai.

Baca juga: Iran Mulai Prosesi Pemakaman Ayatollah Khamenei

Menlu dan Ketua Parlemen Iran Diincar Israel

Kedua tokoh yang ditarget Isarel untuk dibunuh ialah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Informasi tersebut diungkapkan oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT), dalam laporannya pada Kamis (2/7), dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika yang masih aktif maupun yang sudah tidak menjabat, yang memahami situasi tersebut.

Dilansir TRT World dan The Times of Israel, Jumat (3/7/2026), menurut laporan NYT, peringatan tersebut disampaikan secara tidak langsung oleh AS terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah. AS meminta sekutunya itu untuk memperingatkan Iran mengenai rencana pembunuhan oleh Israel.

Sejumlah pejabat AS, menurut NYT dalam laporannya, meyakini bahwa Israel mungkin telah merencanakan pembunuhan terhadap Araghchi dan Ghalibaf, yang merupakan para negosiator utama Iran. Rencana itu dilakukan pada minggu-minggu pertama setelah gencatan senjata diberlakukan pada awal April lalu.

Baca juga: Jet Tempur-Drone AS Hilir Mudik di Selat Hormuz, Iran Geram!

Pada saat itu, perundingan antara Washington dan Teheran, yang dimediasi oleh Pakistan, berlangsung semakin intensif.

Laporan NYT menyebutkan bahwa para pejabat pemerintahan Presiden AS Donald Trump merasa sangat khawatir. AS meminta negara-negara sekutunya di kawasan Timur Tengah untuk secara langsung memperingatkan Iran mengenai kemungkinan upaya Israel untuk menargetkan Araghchi dan Ghalibaf.

Para pejabat AS meyakini bahwa setiap upaya pembunuhan setelah negosiasi dimulai secara serius pada April lalu, akan menghentikan perundingan tersebut dan mengobarkan kembali perang AS-Israel melawan Iran.




(ygs/ygs)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Bakal Saring Usulan Tambahan Anggaran K/L Rp984 Triliun demi Jaga Defisit APBN 2027
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Di Tengah Reruntuhan Gaza, Najwa Menanti Kesempatan Melihat Dunia Kembali
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
BRIN Siapkan Rumah Inovasi Daerah di Setiap Provinsi untuk Perkuat Ekosistem Riset Nasional
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Tak Hanya Cantik, Kulit Sehat Jadi Investasi Masa Depan, Ini Pesan Hanasui
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
100 Santri Rasakan Serunya Belajar Dunia Tambang di Junior Miners Fun Fest 2026
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.