REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Serangan udara yang menghantam kamp pengungsi Nuseirat pada September 2024 mengubah hidup Najwa Abu Atiwi dalam sekejap. Perempuan berusia 42 tahun itu kehilangan satu mata akibat luka parah di wajahnya.
Kini, di tengah keterbatasan layanan kesehatan di Gaza, ia bertahan sembari menunggu kesempatan menjalani operasi untuk menyelamatkan mata yang masih tersisa.
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px} Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} sumber : EPA
Advertisement




