Jakarta, VIVA – Timnas Indonesia dipastikan tidak hanya mengandalkan pemain diaspora dalam upaya memburu gelar perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026. Badan Tim Nasional (BTN) bersama tim pelatih di bawah komando John Herdman justru memberi perhatian besar kepada pemain-pemain yang tampil di Liga Super Indonesia atau Super League.
Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, mengungkapkan bahwa proses pembentukan skuad Garuda sudah berjalan jauh sebelum turnamen dimulai. Dari puluhan nama yang masuk daftar pantauan, mayoritas berasal dari kompetisi domestik.
Hal itu disampaikan Sumardji dalam forum diskusi Water Break PSSI Pers bertajuk ASEAN Hyundai Cup 2026: Menjemput Gelar Pertama Indonesia yang digelar di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Sumardji, BTN telah mendaftarkan sekitar 50 pemain sebelum akhirnya mengerucut menjadi 46 nama. Tahap berikutnya adalah pemanggilan sekitar 26 pemain untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali sebelum kembali diseleksi hingga terbentuk skuad final.
"Terkait skuad, awalnya kami mendaftarkan sekitar 50 nama. Sekarang jumlahnya menjadi 46 pemain. Pada fase pertama nanti akan dipanggil sekitar 26 pemain untuk menjalani TC di Bali. Setelah itu akan ada fase kedua. Seluruh pemain kemudian kembali berkumpul di Jakarta sebelum akhirnya kami menentukan sekitar 25 atau 26 pemain yang masuk skuad akhir." kata Sumardji.
"Saat ini prosesnya masih berjalan dan saya belum bisa membocorkan nama-namanya. Nanti federasi yang akan mengumumkannya secara resmim," lanjutnya.
- Abdul Aziz Masindo/VIVA.co.id
Sumardji menegaskan, prioritas utama saat ini adalah pemain yang berkompetisi di Liga Super. Alasannya, turnamen Piala AFF tidak masuk kalender resmi FIFA sehingga peluang memanggil pemain yang berkarier di Eropa masih bergantung pada izin klub masing-masing.
"Prioritas kami saat ini adalah memanggil pemain-pemain yang tampil di Super League," tegas Sumardji.
"Kalau kita lihat, misalnya di Persib Bandung ada cukup banyak pemain diaspora. Begitu juga di Persija, ada beberapa pemain yang masuk dalam pemantauan. Teman-teman media tentu sudah melihat komposisi pemain pada TC pertama di Jakarta. Mayoritas memang berasal dari Super League. Kalau ditanya mengenai pemain-pemain yang bermain di Eropa, saya belum bisa menjawab karena Piala AFF berada di luar kalender resmi FIFA," sambungnya.





