REPUBLIKA.CO.ID, LUBUK BASUNG -- Komandan Distrik Militer (Dandim) 03/04 Agam, Sumatera Barat membantah informasi yang menyebutkan Koperasi Desa/ Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih dibangun di lokasi terisolir dan susah diakses warga di Nagari (Desa) Sianok, Kabupaten Agam.
"Informasi di media sosial yang beredar tidak secara utuh, lokasi itu ramai rumah warga dan setiap hari dilalui pengendara dari Bukittinggi ke Agam, terpenting lagi itu ada di kawasan objek wisata Ngarai Sianok," kata Dandim Agam, Letkol Inf. Dwi Santoso, Jumat.
Baca Juga
Menkop: 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Mulai Ditempatkan pada Agustus 2026
Melihat Penanganan Calon Manajer Kopdes Merah Putih yang Sakit saat Latihan Bela Negara
Hashim: MBG tak akan Berhenti Sampai Kita Berhasil
Dari pantauan di lapangan, Koperasi Merah Putih Nagari Sianok mudah dilalui kendaraan berbagai jenis ukuran karena memiliki akses jalan baik, tepatnya berada di sebelah kanan setelah melewati jembatan batas Bukittinggi dengan Agam.
Di sekitar koperasi, karena merupakan daerah wisata, banyak dijumpai rumah-rumah warga dan rumah makan. Di sebelahnya, juga ada Kantor Badan Musyawarah Nagari Sianok yang segera dijadikan Kantor Wali Nagari (Kepala Desa).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Pemilihan dan penentuan lokasi bangunan koperasi dilakukan oleh pemerintah nagari bersama tokoh adat di KAN daerah setempat, kita juga memahami keterbatasan lahan yang dimiliki oleh nagari. Kantor Walinagari juga akan dipindah ke sini hingga semakin ramai masyarakat yang datang," katanya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)