Menteri PU Ungkap Jurus Swasembada Pangan: Sawah Basah Setahun Penuh

cnbcindonesia.com
23 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. (CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadikan pembangunan bendungan dan irigasi untuk mendukung target swasembada pangan nasional. Langkah tersebut dilakukan agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga sepanjang tahun sehingga produktivitas petani dapat meningkat.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi faktor paling mendasar dalam mewujudkan ketahanan pangan. Artinya untuk meningkatkan produksi pertanian tidak cukup mengandalkan pupuk dan benih, tetapi juga didukung sistem irigasi yang baik.

"Kalau kita melihatnya, kalau pangan mau kuat atau kalau mau swasembada pangan ya otomatis airnya harus pasti dulu. Bagaimanapun juga padi itu butuh air. Karena itu fokus kita memastikan sawah-sawah tidak lagi bergantung pada air hujan, tetapi mendapatkan pasokan air dari bendungan maupun embung yang kita bangun," ujar Dody dalam Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (2/7/2026).


Selama ini persoalan yang paling sering dikeluhkan petani memang berkaitan dengan pupuk dan benih. Namun di lapangan, keterbatasan pasokan air juga menjadi penyebab rendahnya produktivitas pertanian di sejumlah daerah.

"Kalau pupuk ada, benih ada, tenaga ada, tapi airnya tidak ada kan jadi masalah. Tugas kami di Kementerian PU memastikan air di tempat-tempat penampungan benar-benar bisa mengalir ke sawah sepanjang 12 bulan. Harapan kita petani bisa panen sampai tiga kali dalam setahun. Memang tantangannya banyak, tetapi begitu irigasi dibenahi, rata-rata produktivitas meningkat dari satu kali panen menjadi satu setengah hingga dua kali panen dalam setahun," katanya.

Baca: Menteri Hanggodo Bentuk Satgas-Siapkan Rp17 T Hadapi El Nino Godzilla

Namun sebagian besar lahan pertanian justru bergantung pada jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Selama bertahun-tahun banyak saluran irigasi daerah yang belum tersentuh perbaikan karena keterbatasan anggaran dan pembagian kewenangan. Pemerintah mempercepat perbaikan jaringan irigasi daerah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi.

"Pak Presiden melihat persoalannya ada di situ. Karena itu beliau mengeluarkan Inpres Irigasi sehingga kami bisa bersama-sama dengan kepala daerah membenahi irigasi provinsi maupun kabupaten. Irigasi daerah ini jauh lebih luas dibandingkan irigasi nasional dan selama ini hampir tidak tersentuh. Itu yang sekarang kami kejar di 2026 dan 2027 agar air bisa mengalir lebih optimal ke sawah-sawah masyarakat," ungkapnya.

Dody menambahkan, perbaikan irigasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Pemerintah ingin memastikan keberhasilan produksi pangan tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, tetapi dapat dipertahankan pada tahun-tahun berikutnya.

"Alhamdulillah pada 2025 kita bisa mencapai swasembada pangan. Tetapi tugas kami masih sangat banyak. Karena itu irigasi daerah harus terus dibenahi agar pasokan air semakin baik dan target swasembada pangan bisa terus dipertahankan sesuai arahan Presiden," pungkas Dody.

Baca: Dody Hanggodo Ungkap 5 Prioritas Infrastruktur Pemerintah Hingga 2029

Perkuat Konektivitas Desa, Kemen PU Bangun Jalan Desa - Jembatan Gantung Foto: CNBC INDONESIA


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bantu Petani Panen 2x Setahun, Kemen PU Amankan Pasokan Air

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sensus Ekonomi 2026: Potret Pemberdayaan Perempuan Indonesia
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota Komisi XI Apresiasi BNN-Bea Cukai Bongkar 3,37 Ton Ganja: Awasi Ketat
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur Banten: Tinggi Gunungan Sampah TPA Jatiwaringin Setara Gedung 7 Lantai
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Pabrik Oleokimia Evyap Senilai Rp2,34 Triliun di KEK Sei Mangkei Resmi Beroperasi
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Pengguna Transportasi Umum di Jakarta Masih Rendah, Hanya 28 Persen
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.