REPUBLIKA.CO.ID,GAZA CITY — Seorang anak Palestina gugur dan seorang lainnya terluka pada Jumat (3/7/2026) pagi setelah sebuah pesawat tanpa awak (quadcopter) milik pasukan Israel menjatuhkan bom ke arah mereka. Peristiwa tragis tersebut terjadi saat kedua anak sedang berusaha mengambil air bersih di kawasan Kota Tua, Gaza City.
Berdasarkan keterangan dari pihak Pertahanan Sipil (Civil Defense), kedua bocah tersebut tengah mengisi wadah-wadah dengan air di area belakang Masjid Al-Omari ketika serangan drone Israel tiba-tiba menghantam mereka. Satu anak dilaporkan gugur seketika di lokasi kejadian, sementara anak kedua mengalami luka-luku.
Baca Juga
Argentina Lolos ke 16 Besar Piala Dunia dengan Susah Payah, Tanjung Verde Pulang dengan Kepala Tegak
Antar Mesir Lolos 16 Besar, Mo Salah: Ini adalah Salah Satu Hari Terbaik dalam Hidup Saya
Komisi VIII Minta Pengetatan Syarat Kesehatan Haji Tahun Depan Diterapkan Serius
Insiden mematikan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang seharusnya berlangsung. Meski demikian, agresi dan tindakan genosida Israel di sepanjang Jalur Gaza terbukti masih terus berlanjut, lapor Palestine Chronicle.
Tim pertahanan sipil Palestina berupaya mengevakuasi sekitar 45 jenazah yang diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan rumah keluarga Ghaboun—yang hancur akibat serangan Israel baru-baru ini—di Jalan Al Talatini, Kota Gaza, pada 27 Juni 2026. - (EPA/MOHAMMED SABER)
Serangan meluas
Menurut laporan Quds News Network (QNN), tank-tank militer Israel melepaskan tembakan beruntun ke arah wilayah selatan Khan Younis dan Rafah. Dentuman peluru bahkan dilaporkan mencapai tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung bagi warga Palestina yang mengungsi di wilayah Rafah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Tak hanya itu, helikopter Apache Israel juga memberondong area timur kamp pengungsian Bureij di Gaza tengah serta wilayah timur Kota Gaza. Sementara itu, satuan artileri Israel membombardir lingkungan timur Kota Gaza, kota Jabaliya, dan wilayah barat laut Rafah.