Indonesia Menuju Era Silver Economy, Bank Mandiri Taspen Ubah Peran Bank Jadi Pendamping Hidup Setelah Pensiun

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Selama bertahun-tahun, bonus demografi selalu dipandang sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Dominasi penduduk usia produktif diyakini mampu meningkatkan daya saing nasional sekaligus mendorong konsumsi dan investasi. 

Namun, perlahan arah perubahan demografi mulai bergeser. Indonesia kini bersiap menghadapi fase baru ketika jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dan menjadi bagian penting dalam struktur masyarakat.

Fenomena tersebut bukan sekadar tantangan sosial, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang sangat besar. 

Di berbagai negara maju, kelompok usia senior atau senior citizen tidak lagi dipandang sebagai beban pembangunan, melainkan sebagai pasar baru sekaligus sumber produktivitas. 

Konsep inilah yang dikenal sebagai silver economy, yakni ekosistem ekonomi yang berfokus pada kebutuhan, kesejahteraan, dan pemberdayaan masyarakat lanjut usia.

Perubahan tersebut juga mulai menjadi perhatian berbagai pelaku industri, termasuk sektor perbankan. Layanan keuangan tidak lagi hanya berorientasi pada pembiayaan atau penghimpunan dana.

Akan tetapi berkembang menjadi pendamping masyarakat dalam mempersiapkan kehidupan yang sehat, aktif, dan sejahtera setelah memasuki masa pensiun.

Silver Economy Menjadi Peluang Baru Indonesia

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai sekitar 11,97 persen dari total populasi. 

Angka tersebut menandai Indonesia telah memasuki kategori ageing society menurut standar internasional. 

Sementara itu, laporan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) bersama UNFPA memproyeksikan jumlah lansia akan mencapai sekitar 65,8 juta jiwa pada 2045.

Kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Indonesia yang telah mencapai sekitar 74 tahun, sementara angka kelahiran terus menurun. 

Pergeseran ini menuntut berbagai sektor untuk menyiapkan layanan yang lebih inklusif bagi masyarakat senior.

Sejumlah negara telah membuktikan bahwa populasi lansia dapat menjadi kekuatan ekonomi. Jepang, misalnya, mengembangkan berbagai inovasi mulai dari teknologi kesehatan, layanan perawatan lansia, wisata ramah senior, hingga kesempatan kerja paruh waktu bagi pensiunan. 

Sementara Singapura memperkuat program active ageing melalui pusat komunitas, pelatihan keterampilan baru, dan dukungan bagi warga lanjut usia agar tetap aktif secara ekonomi maupun sosial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Pemotor Jatuh hingga Terluka gegara Tumpahan Solar di Jl Raya Tajur Bogor
• 20 jam laludetik.com
thumb
Perputaran Uang HUT DKI Jakarta Tembus Rp2,4 Triliun, Kunjungan Ancol dan Ragunan Pecahkan Rekor
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
10 Rekomendasi Drama Korea tentang Psikopat yang Bikin Merinding, Salah Satunya Strangers from Hell
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Wamendagri Ribka Haluk Desak Penanganan Serius Penemuan Jenazah di Intan Jaya
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Angka Kematian di Prancis Melonjak 30% Akibat Gelombang Panas Ekstrem
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.