JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah anggota parlemen Inggris meminta Menteri Kebudayaan Lisa Nandy menindaklanjuti materi promosi serial animasi Masha and the Bear yang menampilkan karakter Masha mengenakan topi bergambar bintang merah berujung lima.
Menanggapi hal tersebut, studio animasi Animaccord membantah tuduhan serial tersebut digunakan sebagai alat propaganda Rusia.
Surat kepada Menteri Kebudayaan Inggris itu dikirim setelah anggota parlemen menyoroti unggahan pada akun X berbahasa Inggris milik Animaccord yang menampilkan karakter Masha dengan keterangan, "A real army girl with a butterfly net! Woo hoo, I'm in the army now!"
Mereka juga menyoroti salah satu episode Masha and the Bear yang menampilkan Masha mengenakan topi yang disebut menyerupai atribut penjaga perbatasan Uni Soviet.
Menurut anggota parlemen tersebut, atribut itu memiliki keterkaitan historis dengan NKVD, badan polisi rahasia Uni Soviet.
Dalam surat tersebut, anggota parlemen Inggris juga merujuk pada penilaian Pusat Pemberantasan Disinformasi Ukraina yang menyebut Masha and the Bear sebagai instrumen soft power Rusia.
Menteri Luar Negeri Estonia Margus Tsahkna sebelumnya juga menyampaikan pandangan serupa setelah diumumkannya kesepakatan distribusi global baru serial tersebut pada bulan lalu.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Akui Kena Kanker Prostat, Tunda Pengumuman untuk Cegah Propaganda
Juru bicara Animaccord Melanie Bonvicino mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.
"Klien saya dengan tegas menolak tuduhan palsu dan fitnah 'Masha and the Bear' terkait dengan propaganda," kata Melanie, melansir dari Antara, Kamis (2/7/2026).
Penulis : Danang Suryo Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- Masha and the Bear
- Animaccord
- Inggris
- Rusia
- Propaganda Rusia
- YouTube





