Komisi VIII DPR ingatkan antisipasi potensi kenaikan biaya haji 2027

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Komisi VIII DPR RI mengingatkan adanya potensi kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 yang perlu diantisipasi melalui evaluasi menyeluruh terhadap komponen biaya dan peningkatan efisiensi layanan agar beban yang ditanggung jamaah dapat dipertahankan.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dalam pembukaan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 Kementerian Haji dan Umrah mengatakan kenaikan sejumlah komponen biaya di dalam negeri dan di Arab Saudi berpotensi mendorong naiknya biaya penyelenggaraan ibadah haji.

"Kalau hitung-hitungan angka-angka kebutuhan yang harus kita selesaikan kewajiban penyelenggara ibadah haji, rasanya ongkos haji akan naik," ujar Marwan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu.

Ia menegaskan Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan mengkaji berbagai skema agar kenaikan biaya dapat ditekan.

Baca juga: Pemerintah usulkan skema baru agar biaya haji tetap tak bebani jamaah

Marwan mengatakan pemerintah perlu merumuskan komponen biaya yang masih dapat diefisiensi.

Menurut dia, biaya penerbangan memiliki keterbatasan karena dipengaruhi ketentuan maskapai, sedangkan layanan akomodasi juga perlu dievaluasi tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Selain biaya, ia juga menyoroti perlunya solusi jangka panjang terhadap keterbatasan kapasitas di Mina yang hingga kini menjadi tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

"Tantangan yang berat bagi kita, Mina itu tidak pernah bertambah. Berharap bertambah kuota, tapi area (Mina) tidak pernah bertambah," katanya.

Baca juga: Pemerintah susun proyeksi biaya haji 2027 dan diupayakan tetap ringan

Marwan mengatakan skema Tanazul bagi sebagian jamaah telah menjadi salah satu upaya mengurangi kepadatan di Mina. Ke depan, menurut dia, pemerintah perlu merumuskan kapasitas pelaksanaan Tanazul yang dapat dikelola secara optimal agar persoalan di Mina tidak terus berulang setiap tahun.

Sementara itu Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 menjadi forum evaluasi yang terbuka untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan haji sebagai dasar perbaikan pelayanan.

"Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji Tahun 2026 ini tentu menjadi peluang, kesempatan untuk kita bisa menemukan berbagai kekurangan-kekurangan yang telah dan sedang kita laksanakan untuk menjadi bagian perbaikan pelayanan haji ke depan," kata Menhaj Irfan.

Baca juga: DPR dorong penetapan istitha'ah kesehatan jamaah dilakukan lebih awal

Baca juga: Menhaj: Rakernas jadi ajang identifikasi kekurangan musim haji 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia Belum Pernah Juara, Ketua BTN Anggap Piala AFF 2026 Bukan Ecek-Ecek
• 22 jam lalubola.com
thumb
Pramono Mau Buat Sekolah Rakyat dengan Asrama, Bisa Tampung 1.000 Siswa
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Salat Kota Surabaya 4 Juli 2026
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kasus Tapir di Lampung: Disembelih, Dimasak Rica-rica, 4 Pelaku Ditangkap
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Ajang Lomba Lari Bhinneka Run Bukti Olahraga Perekat Bangsa, 3.500 Pelari Semarakkan TMII
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.