Ajang Lomba Lari Bhinneka Run Bukti Olahraga Perekat Bangsa, 3.500 Pelari Semarakkan TMII

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ajang Lomba lari Bhinneka Run 2026 yang digelar Sabtu (4/7/2026) di Plaza Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Sebanyak 3.500 pelari dari berbagai daerah ambil bagian dalam ajang yang mengusung tema "Different Stories, One Finish Line".

"Bhinneka Run 2026 adalah bukti nyata bahwa olahraga dapat menjadi perekat bangsa yang paling efektif. Melihat ribuan pelari dari berbagai latar belakang, suku, dan profesi berkumpul di sini dengan satu tujuan merupakan kebanggaan luar biasa. Kita membuktikan bahwa di garis finis, kita semua sama, yakni masyarakat Indonesia yang sehat, kuat, dan mencintai keberagaman," kata Rahayu Saraswati inisiator Bhinneka Run 2026.

Baca Juga
  • Olahraga Lari untuk Kesehatan atau Gaya Hidup? Ini Jawaban Sosiologinya
  • Baru Mulai Lari? Dokter Sarankan Tingkatkan Jarak Secara Bertahap
  • Menpora Erick Thohir Lepas 8.000 Pelari di BTN Jakarta International Marathon 2026

Ia menambahkan, penyelenggara juga memberikan dukungan pembinaan kepada peserta disabilitas. Selain itu, sebagian biaya pendaftaran peserta dikonversi menjadi donasi buku sebagai bagian dari program literasi.

Senada dengan itu, Co-Inisiator Bhinneka Run 2026, M. Husein Fadlulloh, mengatakan kegiatan tersebut membawa pesan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk melangkah maju.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Kami ingin menyampaikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan. Sinergi antara kebugaran fisik dan semangat budaya di Bhinneka Run 2026 merupakan cara kami merawat Indonesia. Kami berharap energi positif hari ini dapat dibawa pulang oleh setiap peserta ke dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir yang melepas peserta bersama Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menyebut Bhinneka Run menjadi contoh nyata bagaimana olahraga mampu memperkuat persatuan bangsa.

"Fondasi bangsa kita Bhinneka Tunggal Ika dan itu menjadi fondasi yang sampai hari ini kita bersatu, dan banyak negara lain cemburu. Karena dengan segala perbedaan agama, suku, pulaunya ada 17 ribu, Alhamdulillah kita menjadi satu kekuatan tersendiri," ujar Erick.

Menurut Erick, di tengah banyaknya negara yang terpecah akibat konflik dan perbedaan, Indonesia tetap mampu menjaga persatuan.

"Ketika banyak bangsa lain terpecah-pecah karena perang, karena isu-isu yang sangat sensitif, perbedaan warna kulit, Alhamdulillah kita solid. Tinggal mohon generasi muda terus menjaga persatuan dan kesatuan. Bapak Presiden selalu berpesan hal itu menjadi fondasi untuk hari ini dan masa depan, apalagi Sumpah Pemuda 100 tahun tinggal dua tahun lagi," katanya.

Selain menjadi ajang olahraga, Bhinneka Run 2026 juga mengusung misi filantropi. Hasil penjualan tiket disalurkan untuk pengadaan buku bagi anak-anak dan remaja guna meningkatkan literasi, serta membantu pemenuhan nutrisi anak melalui pembagian susu dan buah kepada yayasan yang telah ditunjuk.

Partisipasi penyandang disabilitas juga menjadi perhatian. Sejumlah peserta menyelesaikan lintasan menggunakan kursi roda, menunjukkan semakin terbukanya akses olahraga yang inklusif bagi seluruh masyarakat.

"Kita sudah lakukan sejak Asian Games 2018 ketika Indonesia menjadi tuan rumah, di mana fasilitas olahraga harus bisa diakses penyandang disabilitas. Hari ini kami di Kemenpora sangat mengapresiasi karena penyandang disabilitas jumlahnya hampir 25,9 juta orang dan sekitar 11 persen aktif berolahraga. Karena itu kami terus mendorong agar atlet-atlet disabilitas memiliki karier yang lebih panjang, bahkan bisa menjadi guru bagi generasi berikutnya," ujar Erick.

Ketua Panitia Bhinneka Run 2026, M. Gilang Kartiko, bersyukur penyelenggaraan berlangsung lancar. "Alhamdulillah acara hari ini berjalan sesuai harapan. Terima kasih kepada seluruh peserta, sponsor, tenaga medis, dan semua pihak yang telah mendukung. Kami berharap Bhinneka Run tahun depan hadir dengan kejutan yang lebih besar," katanya.

Persaingan di kategori kompetitif berlangsung ketat. Berikut hasil lengkap Bhinneka Run 2026:

Kategori 10K Open Putra

Juara 1: Anggiat Sihombing (31 menit 57 detik)

Juara 2: Immanuel Hutasoit (31 menit 58 detik)

Juara 3: Julkipri Hutapea (32 menit 10 detik)

Kategori 10K Master Putra

Juara 1: Dennis Isika (34 menit 35 detik)

Juara 2: Abdul Harris (35 menit 22 detik)

Juara 3: Saiin A. (35 menit 51 detik)

Kategori 10K Open Putri

Juara 1: Dwi Tiansi Anggraini (37 menit 57 detik)

Juara 2: Aprilia Kartina (38 menit 45 detik)

Juara 3: Melda Cantika (40 menit 48 detik)

Kategori 10K Master Putri

Juara 1: Nengsih Samady (50 menit 16 detik)

Juara 2: Darmawati Sudaryah (51 menit 27 detik)

Juara 3: Najha Gautama (55 menit 38 detik)

Kategori 5K Open Putra

Juara 1: Syamsuddin Massa (15 menit 44 detik)

Juara 2: Alias Praji (16 menit 08 detik)

Juara 3: Miktam Taseseb Try (16 menit 14 detik)

Kategori 5K Master Putra

Juara 1: Bambang Oktovianus (17 menit 27 detik)

Juara 2: Kusnandi Andi (18 menit 37 detik)

Juara 3: Dwi Setiono (19 menit 08 detik)

Kategori 5K Open Putri

Juara 1: Isania Tarigan (18 menit 56 detik)

Juara 2: Anjellika Br Ginting (20 menit 03 detik)

Juara 3: Wiwin Dwi Rahmayanti (20 menit 11 detik)

Kategori 5K Master Putri

Juara 1: Sinta Wanti (23 menit 17 detik)

Juara 2: Raquel Pireira S. (23 menit 51 detik)

Juara 3: Irma Veneranda (24 menit 22 detik)

Pada kategori 3K Fun Run, panitia tidak menetapkan juara karena nomor ini lebih mengedepankan partisipasi masyarakat. Tiga pelari pertama yang mencapai garis finis tetap mendapat apresiasi sebagai simbol semangat hidup sehat.

Selain hadiah podium, panitia juga membagikan ribuan doorprize, merchandise eksklusif, perlengkapan lari, serta hadiah utama berupa satu unit mobil listrik bagi peserta yang beruntung. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selain Suap, Bupati Langkat Syah Afandin Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pramono Tegaskan Urusan Pengungsi WNA di Trotoar UNHCR Bukan Kewenangan Pemprov DKI, Siap Tertibkan Pelanggaran
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Asmo Sulsel Edukasi Mahasiswa Unibos, Instruktur Safety Riding Wanita Bagikan Tips
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Bupati Langkat Juga Diduga Terima Gratifikasi dari Pengangkatan Camat, Kepsek hingga Proyek Seragam Sekolah
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Tiga Motor Hilang Dilaporkan ke Radio SS Hari Ini
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.