Pembangunan Mother Station CNG Dikebut Meski Terkendala Administrasi

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Pembangunan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Mother Station di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mulai dipercepat meski masih menghadapi sejumlah kendala administrasi. Pemerintah menargetkan proyek yang masuk Program Strategis Nasional (PSN) itu tetap berjalan tahun ini dengan penyelesaian dokumen dilakukan secara paralel.

Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan mengatakan persoalan yang harus diselesaikan adalah penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Tapi dari sisi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya telah sepakat mempercepat proses penyelesaiannya.

“Hari ini saya dengan jajaran menyelesaikan koordinasi untuk pembangunan Mother Station CNG yang rencana akan dibangun di Tanjung Enim. Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan,” ujar Dudung di Muara Enim, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Dudung, proses administrasi akan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Namun, agar target penyelesaian proyek tahun ini tidak meleset, pekerjaan fisik akan berjalan bersamaan dengan penyelesaian perizinan dan administrasi.

“Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini akan segera dikerjakan,” katanya.

Pemerintah menilai pembangunan Mother Station CNG akan memperkuat infrastruktur gas nasional sekaligus mendukung pemanfaatan gas bumi dalam negeri.

“Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan energi nasional,” ucap Dudung.

Ia menjelaskan Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi pembangunan karena memiliki cadangan energi yang besar, terutama gas bumi dan batu bara. Potensi tersebut dinilai strategis untuk mendukung pengembangan infrastruktur energi nasional.

Sementara itu, Arief Kurnia Risdianto Direktur Utama PT PGN mengatakan pihaknya siap mengembangkan infrastruktur penyaluran gas, termasuk mendukung pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim dan jaringan distribusi di Pagardewa.

Menurut Arief, dukungan lintas kementerian dan lembaga diperlukan agar hambatan di lapangan dapat segera diatasi sehingga optimalisasi gas domestik bisa berjalan sesuai rencana.

“Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional,” kata Arief.

Sebelumnya, Prabowo Subianto Presiden memerintahkan Bahlil Lahadalia Menteri ESDM segera mencari sumber-sumber energi alternatif untuk memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya mempercepat peralihan penggunaan gas minyak bumi cair (LPG) ke gas alam terkompresi (CNG).

Bahlil menjelaskan percepatan untuk beralih ke sumber-sumber energi alternatif itu mempertimbangkan perkembangan geopolitik dunia.

“Kami melakukan rapat untuk membicarakan pada sektor energi dan sektor hilirisasi. Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai. Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif,” katanya .

Ia menyebut tentang fokus percepatan peralihan tersebut. “Yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG,” ujarnya.(lea/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenduri Seni Melayu Batam 2026 Libatkan Empat Negara untuk Perkuat Wisata Budaya
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Pantau Ketat Kondisi AS-Iran
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rampung Desember, Flyover Latumenten Akan Terintegrasi dengan KRL dan TransJakarta
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan, Polda Metro Jaya Siap Hadapi
• 20 jam laluokezone.com
thumb
FIFGroup Meluncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Sejahtera Astra di Pandeglang
• 21 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.