REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Sejumlah perwakilan negara sahabat menghadiri prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei di Teheran. Dari Malaysia, seperti dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), hadir Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Datuk Seri Mohamad Sabu dalam prosesi pemakaman.
Sabu mewakili pemerintah Malaysia menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada pemerintah dan rakyat Iran. "Malaysia sangat berduka atas kehilangan ini dan berdiri dalam solidaritas dengan pimpinan dan rakyat Iran selama masa berkabung ini," demikian pernyataan yang dikeluarkan Kemenlu Malaysia dilaporkan Bernama, Jumat (3/6/2026).
Baca Juga
Arab Saudi Kecam Serangan Iran ke Kuwait dan Bahrain
Iran Hantam Delapan Pangkalan AS di Teluk
Kemenlu Bahrain Kecam Iran atas Serangan Drone
Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kediaman pribadinya, Teheran, Iran pada 28 Februari 2026. Jasad Khamenei pun dilaporkan sudah hancur akibat bom yang dijatuhkan dari pesawat, beserta sejumlah petinggi pemerintah Iran, termasuk rumahnya.
Kini, pemerintah Iran menggelar pemakaman selama enam hari untuk memperingati Khamenei. Almarhum memerintah Republik Islam sebagai pemimpin nomor satu sejak 1989 hingga kematiannya pada usia 86 tahun pada hari pertama perang AS dan Israel.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Le Monde melaporkan, rangkaian upacara akan dicermati secara khusus untuk mencari tanda-tanda keberadaan putra dan penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi seminggu setelah kematian ayahnya. Tetapi, Mojtaba hingga kini belum pernah muncul di depan publik akibat ancaman dari AS dan Iran.
Selain Malaysia, sejumlah perwakilan negara lain juga turut hadir dalam pemakaman. Dilaporkan Anadolu, Turki mengirimkan Wakil Presiden Cevdet Yilmaz untuk menghadiri upacara pemakaman Khamenei yang diadakan di Masjid Imam Khomeini Mosalla, Teheran.
Yilmaz didampingi oleh Wakil Menteri Luar (Wamenlu) Musa Kulaklikaya, Duta Besar Turki untuk Iran Hicabi Kirlangic, dan anggota parlemen Turki. Setelah membacakan doa di depan peti mati Khamenei, Yilmaz dan delegasi Turki meninggalkan tempat tersebut.