Bakso aci diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut. Pengakuan tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas kuliner khas Garut sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengatakan pihaknya tengah mengupayakan agar bakso aci ditetapkan sebagai WBTB karena memiliki sejarah panjang yang telah berkembang di Garut sejak sekitar 1930.
"Kita sedang mengupayakan bahwa bakso aci ini masuk ke dalam Warisan Budaya Tak Benda karena kalau melihat dari sejarah dari tahun 1930 bakso aci ini sudah berkembang di Kabupaten Garut," kata Beni di Garut, Jumat.
Menurut Beni, bakso aci memiliki nilai sejarah yang berawal dari kreativitas masyarakat Garut saat menghadapi tingginya harga beras. Kala itu, warga memanfaatkan tepung tapioka sebagai bahan utama untuk membuat bakso aci.
"Bakso aci itu lahir dari keprihatinan tadinya, karena mahal beras dan sebagainya, sehingga dengan kreativitas ibu-ibu di Kabupaten Garut mengubah tepung tapioka menjadi bakso aci dan diolah sedemikian rupa," ujarnya.
Seiring perkembangannya, bakso aci terus mengalami inovasi dengan penambahan daging dan berbagai bahan pelengkap lainnya sehingga memiliki cita rasa yang khas sekaligus meningkatkan nilai gizinya. Menurut Beni, kuliner tersebut mulai berkembang pesat pada era 1980-an hingga kini menjadi salah satu ikon wisata kuliner Garut.
Disparbud Garut, lanjut Beni, terus mendukung pengembangan industri kreatif, termasuk sektor kuliner yang telah menjadi ciri khas daerah tersebut.
Selain memiliki nilai budaya, bakso aci juga dinilai memberi kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 1.020 pelaku usaha bakso aci di Kabupaten Garut.
Baca Juga: Ini Alasan Sandy Walsh Pindah ke Persib Bandung, Kontrak Tiga Tahun hingga 2029
Industri bakso aci juga menyerap banyak tenaga kerja dan menggerakkan sektor usaha lainnya, mulai dari perdagangan cabai, bawang, hingga bahan baku pendukung lainnya.
Bahkan, berdasarkan data BPS, perputaran uang dari perdagangan bakso aci pada setiap akhir pekan diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar.
"Jadi, Jumat, Sabtu, Minggu itu masa-masa jajan bakso aci tersebar di Kabupaten Garut hampir Rp2 miliar lebih putaran uang yang berputar di Kabupaten Garut," kata Beni.





