Foto Letjen TNI Tri Budi Utomo dalam Berita Korupsi MBG, Kemenhan Klarifikasi

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengklarifikasi beredarnya unggahan di media sosial yang menggunakan foto Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, untuk mengilustrasikan sosok perwira TNI aktif berinisial Kolonel Cpl BU.

Dalam hal ini, Kolonel Cpl BU diduga terlibat kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa Letjen TNI Tri Budi Utomo selaku Sekjen Kemhan bukanlah pihak yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut,” kata Karo Infohan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: Kolonel TNI Aktif Inisial BU Diduga Terlibat Korupsi MBG, Ini Pernyataan Mabes TNI

Rico menegaskan, penggunaan foto Letjen Tri Budi Utomo dalam konteks tersebut merupakan disinformasi yang menyesatkan publik.

“Karena mengaitkan individu yang tidak memiliki keterkaitan dengan perkara dimaksud,” jelas dia.

Rico mengimbau media, pengelola akun media sosial, dan masyarakat agar memverifikasi identitas maupun materi visual sebelum memublikasikan atau menyebarluaskan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca juga: Selain Oknum TNI Aktif, Peran Purnawirawan TNI Terungkap dalam Kasus Penganiayaan yang Tewaskan Warga

TNI aktif di pusaran kasus MBG

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap adanya dugaan keterlibatan seorang perwira TNI aktif dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan perwira tersebut berpangkat Kolonel dari Korps Peralatan (Cpl) dan berinisial BU.

Sosoknya menjabat Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa, khususnya pengadaan sepeda motor.

Baca juga: Viral, Video Calon Manajer Kopdes Merayap di Got dan Angkat Senjata, Kemenhan: Hoaks

“Berdasarkan pengembangan penyidikan korupsi tata kelola MBG di BGN ini, kami menemukan adanya keterlibatan oknum TNI aktif berinisial BU," ujar Syarief, saat ditemui di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Namun, Syarief menegaskan pihaknya belum menentukan status hukum BU. Sebab, statusnya sebagai prajurit TNI aktif membuat penanganan perkara harus dilakukan melalui mekanisme koneksitas.

"Belum. Makanya ini karena keterlibatan, karena kami Pidsus enggak bisa memproses atau mentersangkakan TNI aktif. Maka dilakukan secara koneksitas dan kami serahkan ke Jampidmil untuk proses selanjutnya," kata dia.

Syarief menuturkan, penyidikan terhadap BU dilakukan bersama penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil).

Baca juga: Kemenhan Ungkap Tujuan Pembekalan Calon Manajer Kopdes: Bukan Jadi Prajurit atau Komcad

Markas Besar (Mabes) TNI menghormati proses hukum usai perwira aktif berpangkat Kolonel dari Korps Peralatan (Cpl) dengan Inisial BU terlibat kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).

“Perlu saya sampaikan bahwa TNI menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas kepada Kompas.com, Kamis (2/7/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jika terbukti ada keterlibatan, Mabes TNI akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk memperoleh informasi lengkap dan menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum.

“TNI mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum,” jelas dia.

Baca juga: Soal Calon Manajer Kopdes Latihan Angkat Senjata, Kemenhan: Sudah Tak Ada, Kegiatan Fisik Dikurangi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cristiano Ronaldo Diduga Ucapkan “Bismillah” Sebelum Tendang Penalti ke Gawang Kroasia
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Ajang Lomba Lari Bhinneka Run Bukti Olahraga Perekat Bangsa, 3.500 Pelari Semarakkan TMII
• 54 menit lalurepublika.co.id
thumb
Alaya Mahirah Bidik Panggung Internasional, Tekuni Dunia Model Sejak Usia 4 Tahun
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Penyerang Polisi yang Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap, Bersembunyi di Sungai
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
"Ngapain Kamu Video-video?" Pedagang Ngaku Diintimidasi Polisi Saat Penertiban Lapak
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.