JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan mengakui pelayanan haji 2026 di Mina, Mekkah, Arab Saudi, menjadi salah satu titik terlemah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Termasuk bagaimana kita bisa memperbaiki pelayanan kita di Mina. Kita tahu Mina menjadi salah satu titik kelemahan kita dalam pelayanan kemarin,” kata Irfan di Lapangan Makodau I, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026).
Karena itu, Irfan meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah membuka seluruh persoalan yang muncul selama penyelenggaraan haji.
Baca juga: Saat Rakernas Evaluasi Haji 2026 Digelar dengan Nuansa Militer
Menurut dia, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh tanpa saling menyalahkan.
“Saya minta dievaluasi nanti kita tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua harus kita buka berbagai kesalahan, berbagai kekurangan kita buka selebar-lebarnya,” tegas dia.
Ia menegaskan, kementeriannya tidak boleh cepat berpuas diri meski penyelenggaraan haji tahun ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf, usai membuka Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026, Sabtu (4/7/2027).
Sebab, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi untuk meningkatkan kualitas layanan pada musim haji berikutnya.
Baca juga: Rakernas Evaluasi Haji 2026, Menhaj Minta Seluruh Kekurangan Diungkap
Selain pelayanan di Mina, Irfan juga menyoroti aspek kesehatan jemaah.
Menurut dia, angka kematian jemaah memang turun sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi jumlahnya masih tergolong tinggi.
“Karena itu, salah satu PR nanti adalah terkait dengan istitaah kesehatan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Irfan juga menyebut penyelenggaraan haji tahun ini diwarnai sejumlah inovasi, antara lain alokasi kuota provinsi yang disebut lebih berkeadilan, penurunan biaya haji sekitar Rp 2 juta, serta pembagian kartu Nusuk kepada jemaah sejak di Tanah Air.
Baca juga: Ketua Komisi VIII DPR Usul Istithaah Kesehatan Digelar Setahun Sebelum Berhaji
Di sisi lain, ia mengatakan kegiatan pembekalan atau retreat bagi jajaran Kementerian Haji juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi penyelenggaraan haji mendatang.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan membangun kesiapan fisik, mental, sekaligus memperkuat kekompakan antarpersonel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang