TANGERANG, DISWAY.ID - Kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang yang tak kunjung padam hingga Jumat, 3 Juli 2026 membuat puluhan warga sampai menggelar salat meminta hujan.
Dari pantauan Disway di lokasi, puluhan Warga sekitar TPA Jatiwaringin, menggelar salat istisqa berjamaah di halaman Masjid Jami Al Mujahidin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat, 3 Juli 2026.
Para jemaah berdoa untuk segera turun hujan agar kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin sejak Selasa, 30 Juni 2026, dapat segera padam.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Mauk, Agus Romadhoni, mengatakan salat tersebut dilaksanakan untuk berdoa agar segera turun hujan.
BACA JUGA:Angin Kencang Jadi Kendala Padamkan Api TPA Jatiwaringin, BNPB Tembus Gunungan Sampah
Sebab, kebakaran TPA yang diduga akibat cuaca panas ekstrem itu sangat berdampak bagi keselamatan masyarakat.
"Dengan salat istisqa kita minta ampun kepada Allah, berdoa mudah-mudahan segera diturunkan hujan dan dihindarkan dari segala musibah bencana alam khususnya TPA di Jatiwaringin sudah mulai padam dan terkendali," ujar Agus, Jumat.
Agus menambahkan, insiden kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama permasalahan sampah.
"Harapan kita semua, kita semua lewat musibah tadi disadarkan untuk menjaga lingkungan, kemudian bertakarrub kepada Allah, lebih mendekatkan diri kepada Allah agar kita semua terhindar dari bencana," harapnya.
BACA JUGA:Kebakaran Landa TPA Jatiwaringin Tangerang, Api Tak Kunjung Padam Hampir 12 Jam
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih berupaya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mempercepat upaya pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan mengatakan, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai rencana membuat hujan buatan.
"Jadi kita menunggu adanya awan di daerah Jatiwaringin ini. Jadi setelah ada awan di area atas sini akan dilaksanakan OMC," ungkap Djohan, Jumat.
"Insyaallah mungkin dua sampai tiga hari ke depan kita bisa laksanakan operasi modifikasi cuaca, jadi dengan bantuan hujan buatan," sambung Djohan.
Djohan menjelaskan, upaya pemadaman pada hari keempat ini masih terus dilakukan dengan mengerahkan dua unit helikopter water bombing, 18 unit armada pemadam kebakaran, serta 30 personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan.
- 1
- 2
- »





